Awan Hitam di Langit Atletico

Awan Hitam di Langit Atletico

- Sepakbola
Rabu, 05 Nov 2008 17:49 WIB
Awan Hitam di Langit Atletico
Liverpool - Atletico Madrid menghadapi beberapa cobaan di awal kiprah pertamanya di Liga Champions dalam 11 tahun. Yang terakhir adalah penalti kontroversial yang menghanguskan kemenangan mereka di Anfield.

Masuk Grup D setelah melewati jalur kualifikasi, hasil yang didapat Atletico di lapangan sejauh ini cukup bagus. Mereka menang dua kali dan belum kalah dari empat pertandingan. Bersama Liverpool mereka kini favorit untuk lolos ke babak 16 besar.

Tapi, di luar hasil pertandingan, beberapa masalah menghampiri Los Colchoneros. Mereka sempat dijatuhi sanksi bermain di luar Vicente Calderon untuk dua pertandingan, gara-gara perilaku rasis suporternya saat menjamu Marseille.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beruntung, sanksi tersebut dikorting menjadi satu laga saja. Pada matchday 6 melawan PSV Eindhoven, Kun Aguero dkk harus bermain kandang di stadion tertutup alias tanpa penonton.

Kedua, pelatih mereka Javier Aguirre terkena suspensi dari pertandingan yang sama, setelah melakukan tindakan yang dinilai berlebihan dan tidak pantas dilakukan seorang pelatih.

Ketiga, dan ini paling aktual, Atletico urung mengamankan kemenangannya saat menghadapi Liverpool dinihari tadi, Rabu (5/11/2008) WIB. Keunggulan satu gol mereka sejak pertengahan babak pertama kandas setelah Steven Gerrard menyamakan kedudukan di masa injury time. Skor pun menjadi 1-1.

Yang jadi persoalan adalah gol Gerrard lahir dari tendangan penalti yang kontroversial. Di menit keempat added time, Mariano Pernia dipandang asisten wasit melanggar Gerrard saat keduanya berebut bola di udara di kotak penalti Atletico.

Dalam tayangan ulang berkali-kali, dan ulasan komentator pertandingan, jelas sekali tidak ada kesalahan yang dilakukan Pernia. Namun, wasit lebih mempercayai asistennya dan menghukum Atletico dengan penalti.

Yang menarik, Pernia beberapa jam setelah pertandingan mengungkapkan bahwa si asisten wasit meminta maaf pada dirinya. Itu terjadi ketika mereka terlihat berdebat di pinggir lapangan, setelah insiden terjadi.

"Hakim garis minta maaf pada saya. Dia terus bilang, 'sorry, sorry' karena dia seharusnya bisa mengoreksi dan mengubah keputusan itu, yang sayangnya tidak," ujar bek kelahiran Argentina itu kepada Radio Marca.

"Kami semua sangat kesal karena prakteknya gol penyama Liverpool datang di menit 94. Dan itu bukan pelanggaan. Kita semua lihat bagaimana Gerard yang menerjangkan tubuhnya ke arah saya. Apa lagi yang tidak jelas?"

Jangankan Pernia, Gerrard sendiri merasa tidak yakin apakah penalti itu layak diberikan buat timnya. Adapun manajer The Reds, Rafael Benitez, walaupun awalnya menganggap penalti itu sah, belakangan ia terkesan ragu.

"Kami kecewa karena akhirnya yang kami butuhkan adalah penalti itu. Tapi saya pikir kami pantas mendapatkannya yang sebelum itu. Kami harusnya dapat penalti di menit-menit sebelumnya di babak kedua," ujar Benitez merujuk pada momen Luis Perea yang tampaknya handsball.

"Mereka menutup stadion kami, menskorsing pelatih kami, dan menghukum kami sebuah penalti yang seharusnya tidak ada. Tapi kami takkan terjungkal dengan mudah," tekad Pernia.

(a2s/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads