"Cristiano Ronaldo pemain yang luar biasa, dia mengingatkan saya pada George Best. Dan saya juga menyukai pemuda lain di Manchester United, (Wayne) Rooney. Tapi saya memilih Kaka," ungkap Pele seperti diberitakan Dailymail.
Bukan hanya lantaran berasal dari negara yang berbeda kalau legenda sepakbola Brasil itu lebih memilih Kaka sebagai pemain terbaik. Nilai plus Kaka dibanding para pemain sekelasnya adalah loyalitas yang tinggi terhadap AC Milan, sesuatu yang sangat sulit ditemui di zaman sekarang ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau kemudian Pele membandingkan Kaka dengan CR7, itu terkait rencana kepergian Ronaldo yang sempat menghebohkan Eropa dan dunia di musim panas kemarin. Gelandang Portugal itu sempat menyamakan dirinya seperti budak di The Red Devils meski kemudian tetap bertahan di Old Trafford.
Dilanjutkan pria berusia 68 tahun itu, loyalitas menjadi sesuatu yang tanpa disadari punya nilai penting dalam perkembangan sepakbola. Dia pun mengkritik banyak pemain yang menunjukkan loyalitas semu dengan mencium seragam baru saat baru bergabung dengan sebuah klub.
"Sekarang ini tak banyak yang seperti Kaka dan diri saya. Saya sungguh tak meyukai melihat pemain menciumi seragam barunya. Dengan kondisi seperti ini, anak-anak tak tahu apakah harus mendukung klub atau pemainnya. Dan kita harus mengingat satu hal: tanpa cinta anak-anak, sepakbola akan mati," pungkas mantan pesepakbola bernama lengkap Edison Arantes do Nascime itu.
Saat masih aktif bermain, Pele mengaku sempat didekati Juventus untuk merumput di Seri A. Meski saat itu dia ditawari saham Fiat dengan jumlah yang disebutnya cukup banyak, namun Pele tetap memilih klubnya saat itu Santos.
(din/krs)











































