Klub Eropa Tolak Pembatasan Gaji

Klub Eropa Tolak Pembatasan Gaji

- Sepakbola
Rabu, 11 Feb 2009 10:04 WIB
Klub Eropa Tolak Pembatasan Gaji
Jenewa - Wacana pembatasan gaji pemain sepakbola sebagai bentuk efisiensi pengeluaran klub mulai berkembang. Klub-klub besar Eropa sendiri tidak menyambut hangat usulan ini.

Asosiasi Klub Eropa (ECA) yang terdiri dari 137 tim-tim terkemuka Eropa mengadakan pertemuan di Jenewa, Selasa (10/2/2009) waktu setempat. Pertemuan dihelat untuk mendiskusikan ide-ide untuk mengurangi pengeluaran klub.

Salah satu proposal menyoal penghematan klub tersebut adalah tentang pembatasan gaji pemain, sebuah proposal yang sangat didukung oleh Chairman ECA Karl-Heinz Rummenigge, yang juga Chairman Bayern Munich.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika bicara tentang kendali pengeluaran, kesan umum yang muncul adalah itu bukan hal mudah untuk dicari solusinya," kata Rummenigge seperti dikutip Reuters, Rabu (11/2/2009).

Dikarenakan kompleksnya aspek kendali pengeluaran tersebut, Rummenigge pun mengatakan kalau klub-klub kini akan lebih memfokuskan diri pada kerjasama dengan UEFA, yang hendak mengetatkan sistem perizinan yang sudah ada saat ini.

"Mayoritas anggota kami mendukung keadilan finansial lewat sistem perizinan, sehingga kami lebih memilih rute tersebut untuk saat ini dan meninggalkan kendali pengeluaran untuk nanti-nanti saja," lugas dia.

Rick Parry selaku Anggota Dewan Pelaksana ECA sekaligus Chief Executive klub Liverpool juga menegaskan bahwa pembatasan gaji pemain bukanlah jawaban tepat, kendati meningkatnya pengeluaran memang jadi kekhawatiran semua klub.

"Saya pikir semuanya akan setuju kalau peningkatan jumlah gaji merupakan sebuah kegelisahan sendiri, tapi kami juga bilang hal seperti ini pada 10 atau 20 tahun lalu. Apa ada satu ukuran sederhana untuk menuntaskannya? Jelas tidak," kata dia.

"Tentu saja kami ingin melihat adanya tanggung jawab finansial, tapi pembatasan gaji adalah alat yang terlalu tumpul," imbuh Parry.

Nantinya, ECA menyatakan bahwa mereka akan bekerja sama dengan FIFA dan UEFA dalam pelbagai proposal lain terkait pengendalian pengeluaran dan peningkatan stabilitas finansial.

Mereka juga berjanji akan bahu membahu dengan FIFA dalam upayanya melarang transfer pemain berusia di bawah 18 tahun ke Eropa, kendati ini bertolak belakang dengan aturan Uni Eropa tentang pekerja.

Selain itu, ECA bakal meminta FIFA menelaah lagi Artikel 17 yang membuat para pemain sepakbola bisa membeli durasi sisa kontraknya dengan klub yang menaungi.

(krs/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads