Di Stamford Bridge, Kamis (26/2/2009) dinihari WIB, kedua tim memeragakan permainan cepat dalam tempo tinggi. Baik Chelsea maupun Juve silih berganti menyerang sejak menit awal sampai dengan akhir pertandingan.
Meski bertindak sebagai tim tamu, Bianconeri terlihat berani meladeni permainan terbuka yang diperagakan Chelsea. Mereka sempat menciptakan beberapa peluang, namun penyelesaian akhir yang kurang jitu membuat mereka urung mencetak gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, pasukan Claudio Ranieri menjadi leluasa untuk mengembangkan permainan. Hiddink mengakui, di menit-menit akhir pertandingan timnya harus berjuang keras menahan gempuran Alessandro Del Piero cs.
"Saya pikir kami memulai dengan bagus. Pada 20 menit pertama, kami menekan lawan kami dan mencetak sebuah gol yang sangat bagus," ujarnya seperti kepada Sky Sports.
"Kami seharusnya mencetak, mungkin, satu gol lagi agar bisa bernafas lebih lega ketika kami pergi ke kandang mereka. Jujur saja, di saat-saat akhir pertandingan kami sangat menderita."
Gol tunggal Chelsea diciptakan oleh Didier Drogba pada menit ke-12. Gol tersebut tercipta setelah penyerang asal Pantai Gading itu sukses memanfaatkan umpan terobosan Salomon Kalou.
Bagi Hiddink, ini merupakan kemenangan keduanya secara berurutan sejak ditunjuk menjadi manajer 'Si Biru', dan juga merupakan kemenangan pertamanya di Eropa bersama skuad asal London itu. Sebelumnya di Premier League, Chelsea dibawanya menang 1-0 atas Aston Villa. Β
(roz/din)











































