Di Stamford Bridge, Kamis (26/2/2009) dinihari WIB, Juventus dipaksa menelan kekalahan dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Gol tungal penentu kemenangan The Blues datang dari sepakan Didier Drogba saat laga baru berjalan 12 menit.
Sebelum gol tersebut gawang Gianluigi Buffon setidaknya sudah dua kali terancam. Yang pertama datang di menit keempat melalui sepakan Salomon Kalou yang arahnya tepat ke pelukan Buffon, empat menit berselang gantian Drogba yang nyaris menjebol jala Bianconeri saat tandukannya meneruskan umpan Jose Bosingwa melenceng tipis dari bidang sasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah kebobolan, penampilan Juve kemudian membaik, meski Alessandro del Piero dkk tetap gagal menjaringkan gol balasan ke jala "Si Biru". Meski pulang dengan kekalahan, namun Ranieri percaya diri bahwa anak-anak asuhnya mampu membekuk Chelsea di leg kedua.
"Skuad yang saya miliki percaya diri untuk leg kedua. Kami harus memainkan pertandingan yang sempurna. Sebenarnya, malam ini saya ingin main tidak terlalu indah namun bisa mencetak setidaknya satu gol," tambah orang Italia itu.
Meski punya optimisme tinggi, mantan pelatih Chelsea itu tetap tak mau lengah. Dia mengakui kalau di Stadion Olimpico Turin dua pekan mendatang, laga akan berlangsung tak kalah sengit
"Akan menjadi partai yang berat, namun skuad percaya bahwa kami bisa memulihkan kondisi, dan saya sangat percaya diri untuk itu. Sekarang, mari kita lihat bagaimana kondisi kami dalam dua pekan mendatang. Kami harus berlari lebih banyak dari mereka (Chelsea), dan membuat mereka selalu dalam tekanan," tutup Ranieri. (din/krs)











































