Sebutan "kota penusukan" itu dilontarkan oleh pihak media The Times usai kasus penusukan seorang suporter Arsenal dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan AS Roma beberapa pekan lalu. Kabar ini berkembang seiring banyaknya kasus keributan antarsuporter, khususnya suporter lokal dengan para fans dari Inggris kala klub-klub Inggris bertandang ke sana.
The Times bahkan sempat menyarankan UEFA agar laga final Liga Champions itu dipindahkan dari kota Roma. Namun, badan tertinggi sepakbola Eropa itu telah mengatakan bahwa tempat final Liga Champions musim 2009 tak akan pindah dari Roma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menganggap julukan tersebut telah menginjak harga dirinya dan sekaligus warga kota Roma. Ia bahkan balik menyerang kubu Inggris dan mengatakan bahwa kota London lebih pantas disebut "Kota Penusukan".
"Kampanye tersebut tampaknya tidaklah sopan dan melecehkan kami," tegas Allemano di dalam suratnya kepada The Times yang dikutip oleh Channel4.
"Pemilihan Roma sebagi tempat final dibuat UEFA melalui pertimbangan yang sangat panjang dan hati-hati, sebagaimana yang telah dikonfirmasi oleh sekjen UEFA David Taylor," lanjutnya.
"Dan saya juga ingin memberi bukti dengan mengetik kata 'penusukan' dan 'London' di Google. Anda akan mendapatkan 2,85 juta halaman dan isinya 10 kali lebih banyak dari pada Anda mengetik kata 'Roma'."
Selain hal tersebut, ia mengharapkkan salah satu wakil Inggis, yakni Liverpool, Manchester United, Arsenal atau Chelsea dapat melangkah hingga ke partai puncak. Ini bisa menjadi ajang pembuktian bagi pihak Inggris bahwa Roma adalah kota yang aman.
"Harapan saya sebagai walikota dan juga warga Roma, adalah satu dari wakil Inggris yang masih ada untuk memperebutkan gelar juara, dapat mencapai partai final dan bermain di sini. Kami akan tunjukkan pada mereka bahwa mereka tidak akan menemukan apa yang mereka cari," demikian Alemanno. (mrp/roz)











































