WADA mewajibkan seorang atlet untuk memberitahukan keberadaannya dan meluangkan waktu satu jam tiap hari, tujuh hari sepekan, untuk melakukan tes doping.
Ketentuan ini sudah mendatangkan protes dari para atlet. Petenis nomor satu dunia Rafael Nadal sampai menyebut para petenis diperlakukan seperti kriminal. Petenis lain, Serena Williams, menyebut aturan itu melanggar privasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"FIFA dan UEFA secara formal menolak peraturan yang dibuat WADA mengenai aturan 'keberadaan' dan secara khusus, lokasi individual seorang atlet olahraga beregu," bunyi pernyataan bersama FIFA dan UEFA yang dikutip AFP.
Dua badan sepakbola berpengaruh itu berpendapat bahwa mereka hanya bisa memperbolehkan seorang pesepakbola dites doping saat mereka sedang bersama tim, kecuali bila mereka sedang diskors atau tengah mengalami cedera jangka panjang.
FIFA dan UEFA menekankan "perbedaan fundamental antara atlet perseorangan yang berlatih sendiri dengan atlet olahraga beregu yang hadir di stadion enam hari sepekan dan dengan demikian mudah diketahui keberadaannya."
"Dengan ini kami menentang aturan keberadaan individu dan menginginkannya diganti oleh aturan keberadaan kolektif dalam arti tim dan dalam infrastuktur stadion," lanjut pernyataan itu.
(arp/mrp)











































