Secara agregat pertarungan kedua tim Inggris itu berkesudahan 7-5. The Blues menyingkirkan The Reds berkat keunggulan mereka di Anfield minggu lalu, saat menekuk pasukan Rafa Benitez dengan angka 3-1.
Meski demikian, pertemuan kedua mereka, Rabu (15/4/2009) dinihari WIB benar-benar menyuguhkan tontonan yang mengagumkan -- dan menegangkan. Dua gol lahir di babak pertama, lalu enam lainnya di babak kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permainan berjalan lambat di menit-menit awal. Peluang cukup berbahaya baru tercipta di menit ke-12, ketika kerja sama Dirk Kuyt dengan Yossi Benayoun membuka ruang buat Fernando Torres. Namun, meski tinggal berhadapan dengan Petr Cech, tembakan Torres melambung.
Chelsea membalas melalui tendangan bebas Lampard di menit 13. Akan tetapi sepakan jauhnya masih melebar sedikit ke kanan gawang Pepe Reina.
Tim tamu mulai sedikit mengendalikan permainan. Pertahanan buruk di leg pertama bisa diperbaiki. Penyerangan pun makin dikuatkan. Walaupun tak terlalu sering mengancam, tapi anak-anak Merseyside mulai lebih sering beredar di daerah permainan Chelsea.
Di menit 19 Liverpool memperoleh tendangan bebas di sektor kiri pertahanan tuan rumah. Menghadapi bola, Fabio Aurelio tampak siap melepaskan bola lambung ke kotak penalti yang sudah dipenuhi pemain.
Akan tetapi, sepertinya ia jeli melihat posisi Cech yang berdiri di dekat tiang jauh. Dengan sepakan kaki kiri, bola melengkung dengan cepat, mengarah langsung ke sudut kiri gawang. Cech terhenyak tapi tak bisa berbuat banyak. Bola masuk gawang, dan Liverpool memimpin 1-0.
Lini belakang Chelsea tampak panik. Kerja sama Alex dan Ricardo Carvalho tidak berjalan dengan baik. Hal ini mengingatkan pada Chelsea yang kebobolan tiga gol dalam waktu kurang dari 10 menit, setelah unggul 4-0 lebih dulu melawan Bolton Wanderers di Premier League akhir pekan lalu, sebelum akhirnya tetap menang 4-3.
Hal itu terbukti ketika lahir lagi gol kedua Liverpool. Branislav Ivanovic melakukan kesalahan dengan menarik badan Xabi Alonso di kotak penalti sampai terjatuh, ketika Aurelio hendak melakukan free kick di wilayah pertahanan Chelsea.
Wasit pun menunjuk ke titik putih. AlonsoΒ yang bertugas sebagai eksekutor berhasil memperdaya Cech. Liverpool unggul 2-0, hanya kalah gol tandang dalam skor agregat 3-3.
Melihat kebutuhan menyerang, Hiddink menarik keluar Salomon Kalou dan memasukkan Nicolas Anelka di menit 35. Tak lama kemudian, free kick jauh Lampard disundul Ivanovic di dalam kotak Liverpool, tapi bisa diamankan Reina. Di penghujung babak, Cech memblok tendangan Kuyt.
Di babak kedua ChelseaΒ mengubah permainannya. Baru lima menit restart, duet Drogba-Anelka membuahkan gol pertama untuk tuan rumah. Anelka menyerbu dari sayap kanan dan ia mengirim crossing datar di garis belakang. Sambil melakukan diving saat mengejar bola melawan Martin Skrtel, Drogba berhasil menyontek bola sedikit, tapi efeknya sangat besar. Reina yang berdiri tak jauh dari Drogba, terperdaya oleh sentuhan minim itu. Bola tak sempurna ia halau, dan bergulir ke dalam gawang.
Chelsea dengan cepat menyamakan skor menjadi 2-2 di menit 57, setelah terjadi pelanggaran terhadap Drogba oleh Alonso. Dari jarak sekitar 20 meter, Alex meluncurkan tembakan langsung yang amat keras, yang sampai-sampai tak bisa dihentikan Reina.
Masih kalah 3-5 secara agregat, Liverpool masih bersemangat menyerang. Di menit 62 Alonso mengetes Cech. Yossi Benayoun memanfaatkan rebound, tapi Ivanovic menghalaunya dengan kepala.
Di menit 65 Chelsea melakukan serangan balik yang cepat melalui Drogba. Setelah membuat penetrasi, ia menyilangkan bola ke tengah, di mana Michael Ballack menyongsong. Namun tembakannya lemah dan bola ditangkap Reina.
Pertandingan berjalan makin seru. Publik Bridge bergetar hebat ketika di menit 76 tim kesayangannya kembali menghasilkan gol. Kesalahan passing Alonso membuat Ballack menguasai bola, yang lalu mengumpankannya kepada Drogba. Setelah memperdaya Martin Skrtel, ia menyodorkannya kepada Lampard. Dari mulut gawang, gelandang Inggris itu menceploskan bola lewat selangkangan Reina. Chelsea berbalik unggul 3-2, dan mulai di atas angin.
Liverpool seperti mulai pasrah. Indikasinya, Benitez menarik Torres dan memasukkan David N'Gog di menit 80. Padahal, kesempatan rupanya masih datang lagi.
Semenit kemudian, dari umpan Benayoun, Lucas Leiva melepaskan tembakan ke arah gawang Chelsea. Bola membentur badan Michael Essien sehingga berbelok arah. Cech pun tak kuasa untuk mencegah terjadinya gol keenam dalam laga tersebut.
Pertandingan benar-benar menjadi "misteri" ketika dua menit berikutnya Liverpool kembali membuat gol! Di mulut gawang Dirk Kuyt menyambar bola crossing Albert Rieira, dan membuat Anfield Gang memimpin 4-3.
Sampai saat itu Liverpool butuh satu gol lagi untuk mematikan Chelsea. Akan tetapi, malah Reina yang kebobolan lagi. Di menit 89, dari kerja sama Drogba dan Anelka, Lampard sekali lagi memarkir bola di jala Liverpool. Dari sepakan kaki kanannya bola sempat berturut-turut membentur tiang kanan-kiri sebelum mendekam di belakang garis gawang.
Gol itu semestinya menghentikan semuanya, meskipun sebuah tembakan N'Gog nyaris mengubah kedudukan lagi, kalau saja tidak terhadang Essien di mulut gawang. Tambahan tiga menit tak menghasilkan gol lagi -- delapan pun sudah teramat banyak.
Susunan pemain:
Chelsea: 1-Petr Cech; 2-Branislav Ivanovic, 33-Alex, 6-Ricardo Carvalho, 3-Ashley Cole; 13-Michael Ballack, 5-Michael Essien, 8-Frank Lampard; 21-Salomon Kalou (39-Nicolas Anelka 35), 11-Didier Drogba (9-Franco di Santo 90) , 15-Florent Malouda.
Liverpool: 25-Pepe Reina; 17-Alvaro Arbeloa (19-Ryan Babel 85), 37-Martin Skrtel, 23-Jamie Carragher, 12-Fabio Aurelio; 14-Xabi Alonso, 20-Javier Mascherano (11-Albert Riera 69), 21-Lucas; 18-Dirk Kuyt, 15-Yossi Benayoun; 9-Fernando Torres (24-David N'Gog 80). (a2s/din)











































