Itulah pertanyaan yang wajar disodorkan pada Barca, yang besok malam akan bertandang ke London untuk menghadapi The Blues di leg kedua semifinal Liga Champions.
Dari pertandingan pertama di Nou Camp minggu lalu, dua bek tengah utama Barca mengalami nasib sial. Rafael Marquez cedera berat, sementara kapten Carles Puyol, yang menggantikan bek Meksiko itu di babak kedua, terkena skorsing akibat akumulasi kartu kuning.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun masih 22 tahun, Pique terbukti sudah makin mumpuni kemampuannya. Pemain yang pernah bermain di Manchester United ini bahkan sudah dilirik timnas Spanyol. Juga, ia dalam konfidensi tinggi setelah ikut mencetak satu gol saat BarcaΒ meremukkan Real Madrid 6-2 di Bernabeu hari Sabtu lalu.
Bagaimana Caceres? Bagaimana pula kekompakan dia dengan Pique, mengingat mereka sangat jarang bertandem.
Faktanya, pemain asal Uruguay itu baru turun ke lapangan sebanyak 20 kali di semua kompetisi, tujuh di antaranya sebagai pemain pengganti. Aksinya sebagai starter terbanyak cuma di Piala Raja Spanyol alias Copa del Rey.
Pique mencoba meyakinkan para suporternya bahwa Caceres bukanlah pemain muda kacangan. Salah satu buktinya adalah ia sudah masuk timnas senior Uruguay. Duet mereka, yang sama-sama berusia 22 tahun, bukanlah sesuatu yang buruk.
"Di semua pertandingan yang telah ia mainkan, dia (Caceres) telah membuktikan bahwa dia merupakan pemain bertahan yang bagus. Dia cepat dan kuat. Untuk pertandingan hari Rabu dia akan menjadi pemain yang vital bagi kami," tukas Pique seperti dilansir YahooSport. (a2s/nar)











































