Jika lolos ke final, The Blues akan berhadapan dengan Manchester United yang sudah lebih dulu menapak jalan ke Roma usai menyingkirkan Arsenal. Kalau skenario ini terjadi, maka partai final 2008 di Moskow akan terulang.
Satu musim silam, keduanya bertemu di bawah guyuran hujan di Luzhniki Stadium. Cristiano Ronaldo membawa MU unggul lebih dulu, sebelum akhirnya Frank Lampard menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di penghujung babak pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di babak adu penalti, Ronaldo gagal mengeksekusi tendangannya dengan baik, membuat Chelsea berada di depan untuk merengkuh trofi. Namun gagalnya sepakan John Terry membuat kedudukan menjadi sama kuat lagi.
Cerita selanjutnya adalah Edwin Van der Sar kemudian menjadi pahlawan setelah menepis sepakan Nicolas Anelka. MU meraih gelar juara ketiganya, sementara Chelsea harus takluk dalam final pertamanya di Liga Champions.
Lalu, akankah keduanya akan kembali bersua musim ini? Bisa jadi. Hanya saja Barcelona bukan lawan yang mudah ditundukkan, penampilan mereka di liga domestik dan Eropa telah berbicara dengan sendirinya.
Jika MU dan Chelsea bertemu lagi, maka ini merupakan pertama kalinya final yang sama dalam dua musim berurutan. Sejak dihelat musim 1955/56, sudah banyak cerita sebuah tim yang tampil final dalam dua atau tiga musim berurutan, tapi tidak dengan menghadapi tim yang sama seperti musim sebelumnya.
MU sendiri jika berhasil menjuarai Liga Champions musim ini, akan menjadi tim pertama setelah AC Milan pada tahun 1989 dan 1990 yang menjadi juara dalam dua musim berurutan.
(roz/a2s)











































