Tiket ke final sepertinya akan jatuh ke tangan Chelsea setelah Michal Essien membuat gol spektakuler ketika laga baru berjalan sembilan menit. Setelahnya, meski lebih banyak mengandalkan serangan balik, The Blues berhasil mematikan kedahsyatan lini depan Barcelona yang memang terkenal haus gol itu.
Didier Drogba dan Nicolas Anelka malah punya peluang matang menambah keunggulan tuan rumah, peluang yang tak satupun berhasil diselesaikan menjadi gol oleh keduanya. Chelsea pun harus membayar kegagalan tersebut karena Barca malah mampu menyamakan kedudukan saat masa injury time tersisa satu menit saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Chelsea memang berpeluang mengukir catatan baru di kompetisi antarklub papan atas Eropa itu, menyusul sukses Manchester United menundukkan Arsenal 3-1 sehari sebelumnya. Jika lolos ke final, The Blues dan The Red Devils akan menjadi tim pertama yang bisa kembali berhadapan di final Liga Champions.
Musim lalu dalam pagelaran final di Luzhniki Stadium, Moscow, MU berhasil menundukkan saudara Premiershipnya itu dengan skor 6-5 lewat adu penalti. Sebelumnya, kedua kesebelasan bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Dengan lolosnya Barca ke final, tinggal MU yang berpeluang menuliskan rekor baru Liga Champions. Jika bisa menang dalam laga di Stadion Olimpico pada 27 Mei mendatang, anak asuh Sir Alex Ferguson akan menjadi klub pertama yang mempertahankan tropi Liga Champions setelah kompetisi tersebut berubah format pada 1992 lalu.
Β
Foto: MU vs Chelsea di final musim lalu (din/krs)











































