Contohlah Terry, Jangan Tiru Drogba

Contohlah Terry, Jangan Tiru Drogba

- Sepakbola
Kamis, 07 Mei 2009 08:09 WIB
Contohlah Terry, Jangan Tiru Drogba
London - Itu mungkin pesan yang bisa diambil oleh siapapun yang menyaksikan dramatisnya kemenangan Barcelona atas Chelsea. Jika Drogba naik darah sampai menyerang wasit, John Terry malah mendatangi ruang ganti Barcelona mengucap selamat.

Drogba melakukan tindakan yang jauh dari nilai-nilai sportivitas saat dia dengan sangat emosional menghampiri wasit dan melontarkan kata-kata yang pada intinya memprotes beberapa keputusan yang dianggap merugikan Chelsea. Striker Pantai Gading itu bahkan sampai harus ditenangkan oleh ofisial The Blues dan Guus Hiddink sebelum bisa membiarkan wasit berjalan menuju ruang gantinya.

Kekecewaan Drogba pastinya juga dirasakan oleh seluruh skuad dan fans Chelsea, apalagi beberapa keputusan wasit memang kurang menguntungkan kubu tuan rumah. Namun hal itu tak selayaknya membuat nilai-nilai sportivitas yang seharusnya dimiliki seluruh pemain yang terlibat dalam pertandingan tersebut seperti hilang tak bersisa, sebagaimana ditunjukkan John Terry.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sama seperti Drogba, dan beberapa pemain Chelsea lainnya, Terry juga terlihat menghampiri wasit usai peluit panjang dibunyikan. Dia mempertanyakan beberapa hal pada wasit, mungkin soal keputusan-keputusan yang dianggap kontroversial. Namun sang kapten tak menunjukkan sikap berlebihan, lagipula Terry memang punya hak melakukan itu karena ada ban yang menempel di lengannya.

Tapi ketidakpuasan Terry terhadap wasit dan hasil pertandingan cukup sampai di situ. Pesepakbola 28 tahun itu malah layak dapat sanjungan atas tindakan gentleman-nya karena usai laga berakhir dia menyambangi ruang ganti El Barca demi mengucapkan selamat.

Tapi sebagai kapten yang menjadi pengayom buat rekan-rekannya, Terry memilih untuk memahami tindakan Drogba yang secara frontal telah menyerang wasit. Meski berlebihan, itu dianggapnya sebagai sesuatu yang wajar karena sejak awal tensi pentandingan memang sudah tinggi.

"Saya sepenuhnya berada di belakang Didier, terkait reaksinya. Anda bisa melihat bagaimana hasrat bermain yang dia miliki sepanjang pertandingan dan setelahnya. Tapi faktanya, wasitlah yang harus menghadapi konsekuensi, bukan Didier dan bukan kami yang kini gagal lolos (ke final)," tegas Terry di Timesonline. (din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads