Dalam undian kostum, Barca mendapat hak mengenakan seragam pertamanya, dan mereka tentu saja memilih kostum tradisionalnya, merah-biru. Adapun MU, karena jersey pertamanya memuat unsur merah dan yang kedua mengandung warna biru, maka si "Setan Merah" diputuskan memakai kostum ketiganya, putih-putih.
Dalam jumpa pers sebelum pertandingan, Selasa (26/5/2009), manajer Sir Alex Ferguson diingatkan bahwa putih-putih adalah kostum musuh abadi Barcelona di Spanyol, Real Madrid. Dan terakhir kali El Barca melawan Madrid adalah mereka menang 6-2 di Santiago Bernabeu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat senang mengenakan warna putih. Senang sekali. Dan kali lebih baik dibanding Real Madrid," sambungnya.
MU memakai kostum biru-biru saat memenangi Piala Champions pertamanya di tahun 1968, lalu dengan jersey utamanya, merah-putih, saat menjuarai Liga Champions 1999 dan 2008.
Adapun Barcelona berseragam oranye-oranye saat meraih titel Eropa pertamanya di tahun 1992, dan memakai kostum merah-biru ketika mengalahkan Arsenal di final 2006.
Yang menarik, dalam pertemuan MU dan Barca di final Piala Winners 1991, MU menang 2-1 dan saat itu mereka memakai kostum putih-putih. (a2s/din)











































