Titel juara Copa del Rey dan La Liga Primera sudah lebih dulu disabet Barca. Trofi juara yang ketiga mereka pastikan setelah menang 2-0 atas Manchester United di final Liga Champions, Kamis (28/5/2009) dinihari WIB.
Kemenangan atas 'Setan Merah' Barca capai dengan meredam permainan MU di sektor krusial: lini tengah. Itu dicapai dengan sebuah adaptasi strategi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, perubahan itu terbukti jitu. Barca mengakhiri laga tersebut dengan ball possession lebih banyak dari MU, meski di awal laga sempat kalah penguasaan bola. Messi bahkan menyumbang gol kedua Barca.
"Tanpa aliran bola kami adalah tim yang buruk, tim jelek, jadi kami butuh bola."
"Kami bukanlah tim terbaik dalam sejarah, tapi kami sudah memainkan musim terbaik dalam sejarah untuk memenangi tiga titel," tegas Guardiola. (krs/roz)











































