Di Stadion Olimpico Roma, Kamis (28/5/2009) dinihari WIB, gol Eto'o bisa dibilang lahir pada saat yang tepat. Ketika Manchester United berusaha untuk lebih dulu mengambil inisiatif serangan, striker asal Kamerun ini langsung membalikkan momentum lewat sepakannya.
Usai melakukan tusukan di sisi kiri pertahanan MU, Eto'o lalu mengecoh Nemanja Vidic yang mengawalnya. Kemudian dengan satu sontekan kaki kanan, ia mengarahkan bola ke tiang dekat dan jala Edwin van der Sar pun bobol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seusai pertandingan, pemain yang juga pernah memperkuat Mallorca ini mengatakan bahwa selebrasinya itu berarti "di sini ada darah ayah saya". Ya, Eto'o mempersembahkan gol yang dibuatnya untuk sang ayah.
"Saya sangat bahagia karena tim kami layak mendapatkannya. Tetapi ketika saat seperti ini terjadi, ada satu orang yang tak tahu bagaimana cara merayakannya," ucapnya di Goal.
"Saya mempersembahkan trofi untuk ayah. Saya sangat bahagia, saya membantu tim saya dan itu sangat fantastis."
Pada media Afrika, Eto'o pernah membeberkan bahwa ia tak pernah sempat mengenal ayahnya. Penyebabnya, pria itu telah tiada ketika ia masih sangat muda.
Sejak saat itu banyak pihak pun mengklaim bahwa mereka adalah keluarga dari ayah biologisnya. Tahun 2008 ada keluarga dari Ghana yang mengklaim kalau mereka mereka merupakan keluarga ayahnya. Hal yang sama juga pernah dilakukan oleh sebuah keluarga dari Nigeria ketika ia meraih gelar Pemain Terbaik Afrika pada tahun 2005.
(roz/krs)











































