Melalui pengacaranya, Onyewu, seorang pemain Standard Liege (Belgia), mengatakan bahwa ia telah mendaftarkan tuntutan kepada pemain Anderlecht, Jelle van Damme, ke kejaksaan Belgia.
Onyewu, pemain kebangsaan Amerika berkulit hitam, menuduh Van Damme telah menghinanya dengan kalimat 'monyet kotor' dalam pertandingan play-off juara Liga Belgia beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Van Damme sendiri sudah membantah tuduhan itu dan mengklaim dirinya bukan seorang rasis. Sedangkan pihak kejaksaan belum memberikan sepatah pun pernyataan.
"Ini bukan tentang apakah Van Damme seorang rasis. Isunya adalah bahwa hinaan seperti itu masih dipergunakan di lapangan dan mereka (pelaku) menggunakannya karena tahu hinaan itu menyakiti," terang Dupont.
Saat kejadian itu berlangsung, Onyewu berusaha memberi tahu wasit bahwa ia telah dihina namun wasit menolak menghentikan pertandingan. Onyewu juga sempat berniat mogok, tetapi rekan-rekannya berhasil meyakinkan dia untuk terus bermain.
Keberanian Onyewu untuk menuntut bisa dibilang adalah hal baru mengingat selama ini korban rasisme cenderung pasif dan menunggu otoritas sepakbola menghukum pelaku rasisme.
(arp/roz)











































