Korut merebut tiket otomatis terakhir kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Asia dengan menahan imbang Arab Saudi 0-0. Negeri komunis itu menyusul langkah Jepang, Korea Selatan dan Australia.
Namun lolosnya Korut tetap menyisakan tanda tanya perihal kepastian mereka tampil. Pasalnya, situasi politik di semenanjung Korea sedang sangat panas terkait tes nuklir Korut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Resolusi itu bertujuan untuk memperberat saksi ekonomi dan perdagangan yang telah dijatuhkan sebelumnya. Selain itu, DK PBB juga meminta negara-negara anggota PBB memeriksa setiap kargo terkait Korut.
Krisis ini berimbas luas ke banyak hal, tak terkecuali sepakbola. Bila Korut membandel dan terus mengembangkan senjata nuklirnya, krisis dipastikan akan memburuk dan sanksi kepada Korut dapat diperluas.
Tim nasional Korut pun bisa jadi akan dilarang untuk tampil di Afsel 2010. Bila mimpi buruk ini terjadi, maka Korut bakal mengekor jejak Yugoslavia (almarhum) yang dilarang tampil di Piala Eropa 1992.
Saat itu, Yugoslavia dilarang tampil di Euro 1992 akibat terlibat dalam Perang Yugoslavia alias Perang Balkan sejak 1991. Posisi Yugoslavia di Swedia 1992 akhirnya digantikan Denmark yang malah menyudahi turnamen sebagai juara.
Idealnya, politik memang dipisahkan jauh-jauh dari sepakbola. Namun fakta di lapangan seringkali berbeda. Akibat keputusan politik, Yugoslavia sudah gagal tampil. Akankah Korut mengekor mereka?
(arp/key)











































