Selama ini nama Benzema selalu dielu-elukan fans Lyon. Bagaimana tidak, sejak mencuat ke tim utama pada tahun 2005, penyerang kelahiran 19 Desember 1987 ini langsung menjelma menjadi punggawa lini depan Les Gones.
Puncaknya adalah ketika Benzema menjadi top skor Liga Prancis pada musim 2007/08. Di samping itu ia juga turut mempersembahakan mahkota Ligue 1 sebanyak empat kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun keraguan terhadap kekuatan lini depan Lyon langsung terbantahkan di awal musim ini. Adalah Lisandro yang langsung menyita perhatian publik Lyon dengan penampilannya yang langsung 'panas'. Pemain berusia 26 tahun ini sukses tampil ciamik di awal musim.
Didatangkan dari FC Porto, Lisandro memang dimaksudkan sebagai penutup lubang yang ditinggalkan Benzema. Sebanyak 44 gol dari 97 laga yang dilakoninya selama empat tahun bersama Dragoes membuat manajemen Lyon kepincut untuk membelinya.
Lisandro tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dengan rekan-rekan barunya. Pelatih Lyon, Claude Puel hampir selalu menyisakan tempat di tim inti kepada pemain berjuluk 'Licha' ini untuk berduet dengan Bafetimbi Gomis di lini depan.
Dan Lisandro tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Meski hanya mencetak satu gol di dua partai pra-musim yang dilakoninya, pemain asal Argentina ini berhasil menujukkan ketajaman di partai-partai resmi selanjutnya.
Saat Lyon bermain imbang 2-2 dengan Le Mans di laga perdana Liga Prancis musim ini, Lisandro menyarangkan satu gol. Ia kembali menyumbang gol saat Les Gones menggilas Anderlecht 5-1 di leg pertama babak playoff Liga Champions.
Puncak penampilan Lisandro adalah saat Lyon melakoni laga leg kedua melawan Anderlecht, Rabu (26/8/09) dinihari WIB. Ia sukses mencetak hat-trick untuk mengantar timnya menang 3-0 dan berhak lolos ke fasa utama Liga Champions musim ini.
Tak pelak, performa mentereng dari Lisandro membuat publik Lyon dengan cepat melupakan kehebatan Benzema. Salah satu buktinya, dari polling yang dilakukan situs resmi klub sebelumnya, 55,3% responden setuju bahwa Lisandro lebih baik dari Benzema, yang hanya mendapat 16,4%.
Jika Lopez dapat terus menjaga peformanya, sementara Puel segera menemukan racikan yang tepat agar Lyon tampil konsisten dengan kemenangan, terbuka lebar peluang bagi Le Gones untuk kembali menancapkan dominasinya di Ligue 1 musim ini.
(arp/din)











































