Dudu Diusut, Wenger Marah

Dudu Diusut, Wenger Marah

- Sepakbola
Sabtu, 29 Agu 2009 00:30 WIB
Dudu Diusut, Wenger Marah
London - Manajer Arsenal Arsene Wenger meradang atas kabar bahwa UEFA akan melakukan investigasi atas insiden diving Eduardo da Silva saat melawan Celtic. Tindakan itu dianggap seperti "memburu tukang sihir".

Media massa menggencarkan kontroversi ketika Dudu -- sapaan Eduardo -- terjatuh sewaktu diterjang kiper Artur Boruc, saat Arsenal berduel dengan Celtic di leg kedua playoff Liga Champions Kamis (27/8/2009) dinihari WIB.

Wasit memberi hadiah penalti dari kejadian itu, yang membuat kubu Celtic mengecam habis-habisan, termasuk FA-nya Skotlandia. Dari tayangan ulang, striker Kroasia itu memang terlihat berteatrikal alias diving.

Begitu mendengar UEFA akan menyelidiknya, Wenger marah. "Buat saya, ini benar-benar memalukan," ujarnya dalam sebuah konferensi pers di London, Jumat (28/8).

"Tak ada yang bisa disimpulkan (dari gambar-gambar insiden tersebut). Akan ada seorang pemain di Eropa yang menjadi seorang pembohong, dan itu tak bisa diterima."

Dia menambahkan: "Buat saya, ini seperti memburu seorang tukang sihir. Ini bukanlah penilaian yang objektif. Eduardo disentuh oleh si kiper dan kami bisa membuktikan itu."

Dudu menghabiskan satu tahun lalu di ruang perawatan setelah patah kaki karena ditekel secara brutal oleh seorang pemain lawan di bulan Februari 2008. Dan kejadian itu dijadikan pembanding oleh Wenger.

"Ini hal yang lucu dalam sepakbola, karena Anda bisa mematahkan kaki para pemain dan tidak ada perdebatan untuk siapapun. Tapi kasus ini diungkit seluruh dunia dan seakan-akan Eduardo telah membunuh seseorang," semprot sang "Profesor", seperti dikutip dari Reuters.

Hal lebih jauh yang dipandang Wenger adalah, perlakuan ini bisa menjadi sebuah preseden buruk. Bagaimanapun, wasit telah memutuskan. Artinya, jika setiap keputusan digubris, apa jadinya kelak.

"Aturan sepakbola yang ada telah diubah hanya untuk kasus ini. Maka, dari sekarang, kita akan menantang setiap keputusan. Saya katakan pada Anda, ini dibuat di Eropa oleh para wasit."

"Ini adalah kali pertama saya berada di sepakbola bahwa penilaian wasit tidak diterima... Maka mereka telah membuka sebuah pintu bahwa sebuah keputusan yang dilihat dan ditetapkan oleh wasit, boleh dilawan. Mereka telah membuka sebuah pintu yang sangat berbahaya," pungkasnya. (a2s/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads