Saat kedua tim bentrok di Tbilisi, Sabtu (5/9/2009) nanti, Cuper yang merupakan arsitek Georgia bakal bertemu seteru lamanya, Marcelo Lippi, yang merupakan allenatore Italia.
"Ini akan jadi pertemuan istimewa karena kami semua sangat termotivasi, khususnya untuk seluruh rakyat Georgia yang dapat melihat timnasnya menghadapi juara dunia," ujar Cuper seperti dikutip Football Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat menghormati Lippi, seorang pria sejati yang sangat saya kagumi. Dia memang lawan, tapi setelah peluit panjang, kami pasti akan berjabat tangan. Saat itu, saya berharap saya yang tersenyum, bukan dia," kenang Cuper tentang rivalitas keduanya.
Meski Georgia akan bermain dengan didukung publik sendiri, Italia --yang menang 2-0 di pertemuan pertama mereka di Udine setahun lalu-- tetap diunggulkan dan Cuper tahu itu.
"Italia memang lebih kuat. Tetapi dengan upaya kami untuk tampil berbeda, mungkin kita akan melakoni sebuah pertandingan yang hebat," ucap pelatih asal Argentina berusia 53 tahun itu.
"Saya sangat senang dengan menghadapi juara dunia. Kami harus berpikir ini akan jadi pertandingan yang berbeda dari yang diperkirakan. Kami punya potensi dan harus mengujinya di pertandingan nanti," tutup Cuper.
(arp/arp)











































