Bulgaria untuk sementara berada di posisi ketiga klasemen Grup 8 kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Eropa dengan nilai 11 dari tujuh laga. Italia dan Irlandia berada di dua teratas dengan nilai masing-masing 17 dan 16.
Dengan masih menyisakan tiga pertandingan di tangan, setiap laga harus dilihat bagai final. Tak terkecuali ketika Dimitar Berbatov cs harus mengunjungi Turin, Kamis (10/9/2009) dinihari WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita membutuhkan Santo Emil yang baru," kata Sirakov, merujuk kepada nama Emil Kostadinov, seperti dikutip Reuters. Kostadinov mencetak gol di menit terakhir yang membuat Bulgaria menekuk Prancis 2-1 untuk lolos ke Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.
Gol dramatis itu menyudahi langkah Prancis yang kala itu dilatih Gerard Houllier dan masih memiliki Eric Cantona di dalam timnya. Kiprah Bulgaria di AS sendiri berlangsung sensasional dengan sukses mereka lolos ke semifinal.
Dulu Prancis, kini Italia. Sirokov, yang juga berada dalam tim yang berjaya tahun 1993 itu, menyebut bahwa kualitas pemain Bulgaria saat ini dapat diandalkan untuk membuat kejutan serupa.
"Anda tidak bisa bersandar pada keberuntungan saat melawat ke Italia. Kami harus bertumpu pada kekuatan sendiri. Saya pikir kami punya pemain-pemain hebat yang bisa menyelesaikan masalah di setiap pertandingan," cetus Sirokov.
Italia sendiri sedang tidak terlalu meyakinkan. Menghadapi tim penghuni peringkat buncit Grup 8, Georgia, Gli Azzurri menang 2-0 berkat dua gol bunuh diri lawan. Menurut Sirokov, tekanan akan ada di pundak Italia.
"Mereka akan berada di bawah tekanan, sementara kami tidak punya kekhawatiran apa pun. Kami tahu, kami akan mencatat nama kami ke dalam buku sejarah bila kami bisa mengalahkan mereka," tuntasnya.
(arp/roz)











































