Eduardo sempat jadi pesakitan akibat kasus diving-nya lakukan kala timnya bertemu Glasgow Celtic di kualifikasi Liga Champions. Larangan bermain dua laga pun dijatuhkan. Selain melawan Liege, tadinya striker Kroasia kelahiran Brasil itu juga tak boleh bermain lawan Olympiakos dua pekan mendatang.
Namun, Arsenal yang tak mau kehilangan striker andalannya itu mengajukan banding dan membuahkan hasil ketika UEFA mengabulkan banding tim asal London Utara itu. Jadilah Eduardo bisa turun sedari laga perdana Arsenal di Grup H Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Eduardo sangat fantastis. Ia selalu datang dengan gol-golnya di waktu krusial. Ini tentunya sangat memuaskannya dan begitu juga untuk kami," puji rekannya di lini depan, Nicklas Bendtner, kepada Sky Sports usai pertandingan, Kamis (17/9/2009) dinihari WIB.
Tak hanya memuji Eduardo, Bendtner pun juga menyanjung tinggi semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh pemain Arsenal yang lain untuk memenangi laga penting ini.
Apalagi Arsenal sempat tertinggal dua gol duklu di lima menit awal, sebelum Bendtner mencetak gol yang memperkecil kedudukan di akhir babak pertama.
"Sangat penting. Kami berjuang tanpa menyerah sepanjang laga ini dan akhirnya kami mendapatkannya (kemenangan)."
"Saya tidak tahu apa yang terjadi di awal,Β saya pikir penalti dan juga gol pertama sebagai sebuah ketidakberuntungan. Sangat sulit ketika ketinggalan dua gol tapi menunjukkan semangat yang hebat. Kami tahu kami bisa menang dan kami pun melakukannya," pungkas penyerang 21 tahun asal Denmark itu. (mrp/roz)











































