Stade Louis II, Monaco, 28 Agustus 2009. Barcelona menghadapi juara Piala UEFA Shakhtar Donetsk dari Ukraina di Piala Super Eropa. Menit ke-81, pelatih Barcelona Josep Guardiola memasukkan Pedro untuk menggantikan bintang anyar Zlatan Ibrahimovic. Ketika itu, skor masih 0-0.
Skor kacamata bertahan hingga 90 menit usai. Laga pun harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Ketika penunjuk waktu menunjukkan menit ke-115, Pedro membuktikan bahwa Guardiola tidak salah mengambil keputusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stadion Camp Nou, Barcelona, 29 September 2009, Barca kembali menghadapi klub asal Ukraina, kali ini Dynamo Kiev. Laga antara kedua tim terjadi di babak fase grup Liga Champions.
Di awal babak kedua, Guardiola memainkan Pedro untuk menggantikan Andres Iniesta. Sekitar setengah jam berada di lapangan, pemain bernomor punggung 17 itu mengoyak gawang Kiev guna memantapkan kemenangan 2-0 untuk sang juara bertahan.
"Ini merupakan kemenangan penting. Di Liga Champions, meraih poin penuh di laga kandang merupakan hal yang wajib," ujar Pedro seperti dilansir dari AP.
Dalam kurun waktu satu bulan, dua tim asal Ukraina sudah menjadi korban Pedro. Tentu saja, Barcelona dan para fans-nya berharap pemuda bernama lengkap Pedro Rodríguez Ledesma tidak hanya 'doyan' dengan tim asal negeri pecahan Rusia itu, tapi juga ganas ketika menghadapi tim-tim dari belahan dunia mana pun. (nar/key)











































