Balik ke tanggal 9 Juli 2006, saat Italia bertarung dengan Prancis di Final Piala Dunia yang dilangsungkan di Olimpiade Berlin. Adu penalti jadi arena penentuan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal dan extra time.
Grosso yang maju sebagai penendang kelima Azzurri sukses menyarangkan gol dan membawa timnya menjadi juara dunia untuk keempat kalinya, setelah menang 5-3 di babak tos-tosan. Sebuah kenangan yang tak mungkin terlupakan bagi skuad Marcello Lippi saat itu dan tentunya Grosso sebagai penentu kemenangan timnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah pengalaman manis yang tentunya ingin diulang oleh pesepakbola 31 tahun itu. Dan karena itu pula Grosso yakin kalau timnya akan mampu menampilkan terbaiknya.
"Jerman? Ya, aku punya kenangan yang indah di sana. Memang stadionnya tidak sama lagi seperti di final Piala Dunia di Berlin. Tapi masih di Jerman juga, negara yang membawa banyak keberuntungan bagiku," ucap Grosso kepada Novantesimo.it
"Aku harap atmosfer pertandingan kala itu akan memberikan keuntungan bagiku dan juga tim, karena duel melawan Bayern sangat penting," sambungnya lagi.
Juve yang pada dua pekan lalu ditahan seri Bordeaux di Turin tentunya butuh kemenangan untuk merebut posisi puncak grup dari FC Hollywood. Meski si lawan tengah dalam kondisi terbaik dalam beberapa minggu terakhir, namun Si Kuda Zebra adalah momok bagi wakil Jerman itu dan juga pelatihnya, Louis van Gaal.
"Jika turun berlaga, yang ada di pikiran Juve hanyalah menang. Bayern memang kuat, tapi kami sudah mempersiapkan diri untuk pertandingan ini dan hanya berpikir soal kemenangan saja."
"Kami butuh poin karena hasil imbang di laga pertama melawan Bordeaux, dan itulah tujuan kami," pungkasnya.
(mrp/roz)











































