Eduardo melakukan diving saat Arsenal menghadapi Celtic di playoff Liga Champions. Atas aksinya tersebut dia kemudian dijatuhi sanksi larangan bertanding oleh otoritas sepakbola Eropa.
Namun hukuman tersebut tak pernah benar-benar dirasakan striker berkebangsaan Kroasia itu. Permohonan banding yang diajukan The Gunners diterima UEFA yang kemudian mencabut sanksi larangan bertanding sebanyak dua kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya seorang striker 50 tahun lalu. Kami mencoba menggiring bola. Tapi saat kami tak bisa melewati hadangan dan ada lawan yang melintangkan kakinya, apa yang akan Anda lakukan?" ungkap Blatter dalam pertemuan dengan Komite Eksekutif FIFA di Rio de Janeiro seperti diberitakan Eurosport.
Diungkapkan pria 73 tahun itu, sepakbola punya isu yang lebih besar dan layak dapat perhatian lebih dibanding sekadar aksi diving. Kekerasan dalam sepakbola disebutnya menjadi salah satu masalah yang masih dihadapi dunia sepakbola.
"Anda hanya harus melakukan sebuah pekerjaan kecil lain dibanding apa yang sudah dilakukan sebelumnya (saat melakukan diving). Seburuk itukah? Saya pikir tidak".
"Itu tidak terlalu buruk kalau setelah pertandingan kita harus diperiksa oleh sebuah komite. Mereka tak seharusnya mengintervensi hal tersebut. Mereka seharusnya mengintervensi pemain yang melakukan kekerasan," pungkas Blatter.
(din/key)











































