Argentina dihantam kritikan dari segala arah sejak kalah dua di dua pertandingan terakhirnya di babak kualifikasi Piala Dunia, dari Brasil dan Paraguay, yang membuat mereka kini berada di ujung tanduk.
Jika Diego Maradona dianggap tak becus sebagai pelatih, para pemain dinilai tak punya komitmen optimal untuk menempatkan di mana seharusnya Argentina berada. Padahal mereka sebagian besar bermain di klub-klub besar Eropa dan telah menjadi figur yang kaya raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah mereka berpikir begitu, bahwa ketika saya main di timnas, maka yang saya pikirkan adalah uang jutaan yang saya miliki di bank? Saya tak perlu diberi uang untuk membela tim nasional," ujar Tevez seperti dikutip dari Reuters, Rabu (7/10/2009).
Argentina akhir pekan ini akan mengais harapan mereka dengan menghadapi Peru, sebelum menutup kiprahnya di babak kualifikasi melawan Uruguay.
"Memang takkan ada yang mudah buat kami. Kami baru saja kalah dua kali berturut-turut," aku Tevez.
Sementara itu bek Peru dari klub Schalke 04, Carlos Zambrano, bertekad membungkam media Argentina yang kerap mengkritik mereka. Cara yang paling ampuh adalah dengan mengalahkan Tim Tango.
"Kalau kami bisa menundukkan Argentina, mereka akan menangis. Mereka juga akan menonton Piala Dunia di televisi," tukas pemain 20 tahun itu. "Anda tak boleh merendahkan timnas manapun sekalipun kami sedang menjalani periode buruk dan ada di dasar klasemen."
.
(a2s/nar)











































