Hoddle mencium adanya rencana itu menjelang laga Inggris kontra Tunisia di Marseille, 15 Juni 1998. "Hal yang menarik perhatian saya adalah banyaknya orang yang berkumpul di sekitar tempat kami menginap dan sempat terjadi kekerasan. Tidak ada berita atau pemberitahuan peringatan dini bagi tim Inggris," demikian aku Hoddle seperti dilansir dari Telegraph.
Pria yang bulan ini berusia 52 tahun itu mengungkapkan bahwa dalam perkembangan selanjutnya ia mendapat informasi dari perwakilan FA yang memberitahukan bahwa tim Inggris tengah menjadi sasaran aksi kekerasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami selanjutnya mengetahui bahwa kami tengah diincar, namun saya tidak tahu oleh siapa. Yang saya pahami adalah pengamanan di Marseille selanjutnya ditingkatkan," tambah pembesut The Three Lions tahun 1996 hingga 1999 itu.
"Yang jelas, hanya hal itu saja yang saya ketahui. Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya sesuatu seperti ini terjadi," tuntas Hoddle.
Inggris memenangkan laga melawan Tunisia dengan skor 2-0 melalui gol Alan Shearer dan Paul Scholes. Di Piala Dunia 1998, langkah anak buah Hoddle terhenti di babak kedua usai dikandaskan Argentina lewat adu penalti. (nar/a2s)











































