Seperti diberitakan AFP, seorang peretas yang mengaku bernama Elite-Peruvian menyerang situs milik Maradona.
Sang peretas menuliskan "Tangisan bayi paling akbar di sepanjang masa" di bawah foto Mardona yang tengah menangis pasca tim Tango menundukkan Nolberto Solano dkk 2-1, akhir pekan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sudah tidak memiliki peluang untuk lolos ke Piala Dunia, namun Peru tetap tidak terima dengan kekalahan dari Argentina. Kemarin. media-media di negara yang terletak di kaki Pegunungan Andes itu menulis berita yang mengatakan bahwa kekalahan tersebut merupakan 'perampokan'.
(nar/nar)











































