Seperti diberitakan sebelumnya, dua negara raksasa sepakbola itu akan memanggungkan partai persahabatan pada 14 November dan Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, dipilih sebagai arenanya. Seperti yang dikatakan Fabio Capello sebelumnya alasan dipilihnya Brasil adalah untuk menjajal salah satu lawan kuat untuk mengetahui sejauh mana kekuatan The Three Lions.
Namun, jika ditilik dari tempat berlangsungnya laga itu, sedikit banyak pihak menganggap ujicoba itu hanya untuk kepentingan komersial saja, di mana dengan negara yang banyak dihuni para saudagar kaya di Timur Tengah, sudah pasti banyak uang yang akan mengalir dari pertandingan dan itu sangat menguntungkan bagi Inggris maupun Brasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menutup jumlah pengeluaran yang besar itu, FA sendiri dikabarkan akan mematok harga untuk hak siar televisi di Inggris saja sebesar 3 juta pounds dan juga dari sumber yang lain.
Merasa gerah dengan pemberitaan itu, FA melalui juru bicaranya, Mark Whittle, pun mengeluarkan pernyataan kalau laga in merupakan lanjutan dari laga friendly sebelumnya dan tidak sama sekali dilatar belakangi masalah bisnis semata. Diketahui kalau Juni 2007, Inggris dan Brasil sempat berduel yang berakhir imbang 1-1.
"Seperti kami sduah beritahu sebelumnya, laga friendly melawan Brasil ini adalah lanjutan dari laga yang kami mainkan di Wembley. Ini adalah kesepakatan timbal balik," ujar Whittle kepada Sky Sports.
"Tujuan kami bukan untuk mendapat keuntunggan. Brasil adalah tim nomor satu di dunia dan urusan komersial jadi nomor dua. Sangat penting jika kami bermain melawan tim nomor satu di dunia di mana Piala Dunia itu semakin dekat."
"Seperti Fabio Capelli bilang pada Rabu malam lalu (usai laga melawan Belarusia), ini adalah kesempatan bagi Inggris untuk menguji kemampuan mereka melawan tim tangguh dari Amerika Selatan," pungkasnya. (mrp/a2s)











































