Berturut-turut Liverpool dipaksa menelan hasil mengecewakan. Usai dipecundangi Fiorentina 0-2 di Liga Champions, The Reds ditundukkan Chelsea dengan skor yang sama pada pentas Premier League. Kesialan mereka bertambah setelah kalah menyakitkan 0-1 oleh 'gol balon' saat bertandang ke Sunderland.
Tiga kekalahan beruntun tersebut menjadi catatan terburuk Rafael Benitez sejak Januari tahun 2005 lalu. Kala itu yang memaksa Liverpool mencatat hat-trick tak dapat poin adalah Manchester United, Burnley dan Southampton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi perjuangan klub peraih lima titel Liga Champions itu dipastikan tak akan mudah. Lyon yang saat ini adalah pemuncak Grup E setelah mengalahkan La Viola dan Debrecen mengaku tak gentar dengan keangkeran Anfield.
"Saya tahu kalau penonton akan jadi bagian penting buat tapi saya pikir Anda tak bisa menyebutnya sebagai pemain ke-12. Pertandingan adalah soal orang-orang yang berada di lapangan saat itu," ungkap pelatih Claude Puel seperti diberitakan AFP.
"Kami sudah menjalani banyak pertandingan besar di banyak stadion besar dengan atmosfer yang luar biasa. Yang terpenting adalah tetap fokus pada permainan kami sendiri," lanjut Puel.
Kemenangan bisa jadi sesuatu yang masih akan sulit didapat Liverpool karena mereka mungkin tak akan turun dengan kekuatan penuh. Dibanding Fernando Torres yang dipastikan tak akan main, kondisi Steven Gerrard dikabarkan sudah jauh membaik. Yang kemudian jadi pertanyaan adalah: apakah Rafa mau berjudi dengan memaksakan kaptennya bermain dan terancam dapat cedera lebih parah mengingat akhir pekan ini The Kop harus menjamu Manchester United.
(din/krs)











































