Untuk pertama kalinya dalam 22 tahun Liverpool menelan empat kekalahan secara beruntun. Berturut-turut mereka kalah dari Fiorentina, Chelsea, Sunderland, dan Lyon -- di Liga Inggris dan Liga Champions.
Kekalahan terakhir diderita di kandang sendiri, Anfield, Rabu (21/10/2009) dinihari WIB. Unggul lebih dulu lewat gol Yossi Benayoun, The Reds dibungkam oleh gol Maxime Gonalons (di menit 72) dan Cesar Delgado (90).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Anda sudah ada selama lima tahun, Anda seharusnya punya kesempatan untuk membangun tim Anda sendiri. Percuma saja kalau alasannya selalu tanpa dua pemain terbaik," sambungnya.
Dua pemain yang dimaksud Souness tentu saja Steven Gerrard dan Fernando Torres. Yang pertama hanya bermain 24 menit sebelum ditarik karena cedera, dan yang kedua memang masih dalam perawatan.
"Di antara klub-klub besar, Liverpool adalah yang terbaik di kandang sendiri di waktu-waktu seperti ini. Suporter mereka penuh pengertian. Mereka memberi Anda sebuah kesempatan jauh lebih banyak daripada klub manapun di negara ini."
"Mereka suporter sepakbola. Tapi tanpa dua pemain top mereka, tim ini terlihat sangat biasa-biasa saja."
"Tidak ada kilauan. Tidak ada. Cuma tertatih-tatih saja. Tanpa Steven Gerrard dan Fernando Torres, tidak ada imajinasi."
"Kritik pada Rafa (Benitez) adalah dia telah merekrut 67 pemain dan ketika Anda kehilangan dua atau tiga pemain, Anda tidak tampak seperti sebuah tim yang bisa memenangi pertandingan besar di Liga Champions atau Premier League," pungkas Souness. (a2s/a2s)











































