'Pembunuh Liverpool' Terinspirasi Kematian

'Pembunuh Liverpool' Terinspirasi Kematian

- Sepakbola
Rabu, 21 Okt 2009 19:10 WIB
Pembunuh Liverpool Terinspirasi Kematian
Liverpool - Maxime Gonalons dapat nilai tinggi dalam kemenangan Lyon atas Liverpool di Anfield. Ini jadi suatu capaian tersendiri untuk Gonalons mengingat dia sempat terancam tak dapat bermain sepakbola lagi.

Bermain di markas kebesarannya, Kamis (21/10/2009), Liverpool menutup paruh pertama dengan keunggulan 1-0 lewat gol Yossi Benayoun empat menit sebelum jeda. Seiring dengan waktu pertandingan yang terus berjalan, Lyon pun tampak sudah di ambang kekalahan.

Sampai akhirnya masuk ke menit 72 ketika tim tamu menyeimbangkan kedudukan lewat Gonalons. Gol penyama skor itu rupanya membakar semangat Lyon yang lantas menambah satu gol lagi dan bikin Liverpool takluk. Kini Lyon tinggal butuh satu hasil seri lagi untuk memastikan tiket lolos.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas keberhasilan itu, Gonalons-lah yang dapat kredit terbesar. "Kami harus memberi selamat kepada Maxime Gonalons. Dia luar biasa," puji kiper Hugo Lloris di Reuters.

Bukan hanya karena dia juga tampil oke dalam bikin gol yang bikin skor jadi 1-1, tapi juga karena dia mampu tampil menawan di luar posisi sejati. Biasa berposisi sebagai gelandang, dia harus dipasang di sektor bek tengah untuk menggantikan Cris yang ditarik dua menit sebelum jeda.

"Aku tenang saat dimasukkan. Aku tak membiarkan emosi bermain di Anfield untuk kali pertama mempengaruhiku," aku Gonalons.

Krisis bek tengah yang dialami Lyon bikin tiada pilihan lain untuk memasang Gonalons sebagai bek tengah. Dia berpasangan dengan rekannya di sektor tengah, Jeremy Toulalan, untuk meredam serangan tuan rumah.

"Aku tak terbiasa bermain di posisi itu dengan Jeremy, kami banyak bicara dan dia melakukan yang dia mampu," ucap Gonalons ikut membagi pujian ke rekannya.

Orang niscaya akan kian berdecak kagum dengan pemain berusia 20 tahun tersebut jika menilik karirnya sedikit ke belakang. Dia sempat mengalami peristiwa yang nyaris saja menghabisi karirnya sebagai pemain sepakbola atau bahkan olahragawan pada umumnya.

Bulan Juli tahun lalu, Gonalons mengalami infeksi pada bagian tubuhnya yang sebelumnya hanya memar. Saking kritisnya kondisi pria dengan tinggi 1,87 meter tersebut, pada suatu titik dokter nyaris menjatuhkan vonis amputasi untuk kakinya --boleh jadi untuk mencegah infeksi bertambah parah dan mengancam jiwanya.

Gonalons masih beruntung karena pada akhirnya infeksi bisa teratasi kendati dia butuh waktu delapan bulan agar bisa kembali pulih seperti sedia kala. "Aku pikir fakta bahwa aku pernah berdiri tidak jauh dari kematian sudah memberiku banyak kekuatan mental," serunya.
(krs/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads