Kekalahan 0-1 di Croke Park, Sabtu (14/11/2009), memang menyulitkan Irlandia. Robbie Keane cs harus menang lebih dari dua gol dalam laga leg 2 di Stade de France, Rabu (18/11).
Meski berat, Trapattoni tetap optimistis dengan peluang tim asuhannya. Fakta bahwa Prancis bukanlah tim yang terlalu tangguh dalam hal pertahanan membuat pelatih asal Italia itu melihat adanya peluang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan Irlandia di babak kualifikasi kali ini juga cukup meyakinkan. Dalam 10 pertandingan, The Republic cuma dua kali gagal mencetak gol; salah satunya di kandang Montenegro.
"Kami bisa mencetak gol tandang juga. Tidak sebanyak Prancis, memang. Mereka kan punya banyak penyerang. Tapi ini masih mungkin," imbuh Trapattoni penuh keyakinan.
Irlandia juga diuntungkan dengan absennya bek Eric Abidal. Kemungkinan, Sebastien Squilacci akan dipasang pelatih Prancis Raymond Domenech menemani William Gallas sebagai duet palang pintu.
Bila ada yang mengganjal, itu adalah sejarah Irlandia yang sudah lama sekali berhasil menundukkan tim yang peringkatnya lebih tinggi di kualifikasi sebuah event. Terakhir kali mereka melakukannya adalah kala mereka menjinakkan Skotlandia 1-0 di Glasgow di kualifikasi Euro 1988.
(arp/a2s)











































