Adalah pembubaran dewan pengurus Asosiasi Sepakbola Irak (IFA) oleh Komite Olimpiade negara tersebut yang membuat FIFA berencana mengambil tindakan tegas.
"FIFA telah mempelajari bahwa Komite Olimpiade Irak sudah mengumumkan pembubaran dewan pengurus dari Asosiasi Sepakbola Irak (IFA). Keputusan semacam itu tidak bisa diterima oleh FIFA. Hal ini jelas bertolak belakang dengan statuta IFA dan FIFA," demikian pernyataan resmi FIFA seperti dikutip dari Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal hal tersebut bertentangan dengan regulasi FIFA di mana mereka memang melindungi semua asosiasi sepakbola yang berada di bawah naungannya dari intervensi pemerintah. Atas masalah tersebut di atas, FIFA memberikan waktu pada Irak selama 72 jam atau kasus tersebut akan dilanjutkan pada Emergency Committee, yang berpotensi memunculkan sanksi buat juara Piala Asia 2007 itu.
Meski dapat ancaman serius, Komite Olimpiade Irak ternyata bergeming dengan keputusannya. Mereka dengan tegas menyatakan tak akan membatalkan putusan yang sudah dibuat.
"Komite Olimpiade Irak tak akan mengubah keputusannya, meski akan ada konsekuensi yang datang" ungkap salah seorang anggota Komite Olimpiade, Samir Mussawi.
Pada Mei 2008 Irak sempat dicekal dari sepakbola internasional setelah pemerintah negara tersebut membubarkan Komite Olimpiadenya. Namun sanksi tersebut kemudian diangkat setelah Pemerintah Irak mengirim surat pada FIFA yang memastikan kalau IFA sama sekali tak terkait dengan pembubaran Komite Olimpiade tersebut.
(din/nar)











































