Di kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut Sevilla baru dua kali berpartisipasi. Musim lalu mereka memenangi babak grup dan lolos ke fase knockout, tapi disingkirkan Fenerbahce di babak 16 besar.
Rojiblancos baru membesar di era 2000-an. Meski baru satu kali menjuarai La Liga di tahun 1946, tapi Sevilla sudah mulai mapan menjadi penantang buat dua tim "utama" di Spanyol, yakni Real Madrid dan Barcelona. Dalam tiga musim terakhir, misalnya, mereka finish di tempat ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harus meladeni tim-tim besar di level top. Mereka dijagokan memenangi banyak titel. Jika masuk dalam persaingan itu, kami pun bisa melakuan hal serupa. Untungnya, sejauh ini kami mengarah ke sana, meskipun jalan kompetisi ini masihlah jauh," tutur presiden klub, Jose Maria Del Nido.
Malam ini atau Rabu (25/11/2009) dinihari WIB Sevilla akan bertanding melawan tim Rumania, Unirea Urziceni di Bucharest. "Biarkan kami fokus ke pertandingan ini. Kalau bisa menang, kami menegaskan bahwa kami adalah sesosok kompetitor serius di fase knockout."
Di kompetisi domestik musim ini Sevilla sedang duduk di peringkat tiga dengan nilai 25 dari 11 pertandingan. Mereka hanya terpaut tiga poin dari Real Madrid dan dua dari Barcelona. Di Eropa, mereka memiliki rekor kemenangan penuh setiap kali bermain di kandangnya sendiri, stadion Ramon Sanchez Pizjuan. (a2s/arp)











































