Bom dan Duka Sepakbola Indonesia

Kaleidoskop Sepakbola 2009 (Juli)

Bom dan Duka Sepakbola Indonesia

- Sepakbola
Minggu, 27 Des 2009 08:52 WIB
Bom dan Duka Sepakbola Indonesia
Jakarta - Aksi bom bunuh diri sudah berkali-kali terjadi di Indonesia. Tapi peledakan Ritz Calton dan JW Marriott di Juli lalu menimbulkan luka mendalam di pencinta sepakbola karena Manchester United batal mampir Jakarta.

Manchester United sebelumnya dijadwalkan menjalani pertandingan ujicoba dengan Indonesia All Star pada 20 Juli 2009. Namun tiga hari sebelumΒ  laga yang sangat dinanti-nantikan tersebut, hotelΒ  tempat menginap skuad The Red Devils itu justru jadi sasaran peledakan bom.

Peledakan sendiri terjadi pada Jumat (17/7/2009) pagi WIB, atau sehari sebelum 'Setan Merah' dijadwalkan menginap diΒ  hotel yang terletak di wilayah Kuningan tersebut. Saat peristiwa peledakan terjadi, Ryan Giggs cs sedang dalam perjalanan menuju Malaysia, yang juga menjadi persinggahan dalam rangkaian Tur Asia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya beberapa jam setelah peledakan tersebut, pihak MU memastikan kalau mereka terpaksa membatalkan rencana lawatan ke Indonesia karena alasan keamanan. Malaysia mendapat untung dari keputusan tersebutΒ  karena MU kemudian dua kali bertanding di sana.

Kegagalan menyaksikan MU mentas di Stadion Utama Gelora Bung Karno jelas disesali banyak pihak. Padahal persiapan untuk menyambut β€˜Setan Merah’ sudah dipersiapkan sejak lama dan mendapat apresiasi sangat positif dari penggila bola tanah air.

Pihak panitia lokal dikabarkan menderita kerugian hingga Rp 23 Miliar. Namun proses pengembalian tiket yang sudah tersebar lebih dari 70.000 lembar tetap bisa dipenuhi meski sampai membutuhkan tiga periode.

Peledakan bom yang berujung batalnya kedatangan MU bertolak belakang dengan kondisi bursa transfer Eropa yang meriha dan panas oleh sepak terjang Real Madrid dan Mancheseter City.

Setelah lebih dulu mendapatkan Kaka dan Cristiano Ronaldo, Los Merengues dengan serius mendekati Karim Benzema dan Xabi Alonso.Β  Pemain lain yang berhasil dibawa masuk ke Santiago Bernabeu adalah Alvaro Arbeloa.

Barcelona seperti tak mau tertinggal denagn aktivitas seteru terbesarnya itu. Meski tak sampai jor-joran, The Catalans berhasil mendapatkan Zlatan Ibrahimovic dari Inter Milan setelah menukarnya dengan Samuel Eto’o. Dari klub asal Italia itu Barca juga mendapat Maxwell.

Ditinggal Maxwell tak berarti lini belakang Nerazzurri menjadi rentan karena mereka kemudian mendatangkan Lucio dari Bayern Munich. Sementara Juventus juga memperkuat skuadnya dengan merekrut Felipe Mello.

Sama seperti Madrid di Spanyol, Manchester City di Inggris juga memulai kampanyenya untuk menjadi salah satu kekuatan Premier League dengan membelanjakan uang dalam jumlah sangat besar. Tercatat Carlos Tevez, Emmanuel Adebayor dan Kolo Toure dibayar mahal untuk bisa dibawa ke City of Manchester Stadium.

Entah mengapa Manchester United justru tak membeli pemain dengan nama mentereng di bulan ini untuk menggantikan Tevez dan Ronaldo yang sudah angkat kaki. Setelah resmi mendapat Antonio Vaklecia, 'Setan Merah' membuat kejutan saat meminang Michael Owen dari Newcastle United yang terdegradasi.

Bulan Juli juga menjadi kesempatan buat banyak klub untuk melakukan serangkaian ujicoba terhadap beberapa pemain yang baru dibeli. Di Jerman, Bayern Munich tampil perkasa untuk menjuarai Audi Cup. Dalam laga final, The Bavarian menang lewat adu penalti dengan skor 7-6 atas Manchester United.

Di kompetisi yang sama AC Milan masih tampil mengkhawatirkan karena duduk diposisi empat setelah kalah telak atas Munich dan diimbangi Boca Juniors. Hasil tersebut meneruskan catatan buruk Rossoneri di bawah arahan Leonardo karena saat berujicoba di Amerika Serikat mereka meraih satu hasil imbang dan tiga kekalahan.

Dari ajang Copa Libertadores, Estudiantes keluar sebagai juara setelah menundukkan Cruziero dengan skor 2-1. Sementara Meksiko menang telak 5-0 atas Amerika Serikat untuk menjuarai Piala Emas.

Berita duka datang dari Inggris menyusul meninggalnya Sir Bobby Robson. Legenda sepakbola Inggris berusia 76 tahun itu tutup usia akibat kanker yang sudah sekian waktu menyerangnya. (din/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads