Sudah bukan rahasia apabila hubungan antara Mourinho dan Ancelotti dikatakan tidak bagus. Itu bermula menjelang kedatangan Mourinho ke Italia untuk menukangi Inter di tahun 2008.
Ancelotti yang masih melatih AC Milan agak meremehkan orang Portugal itu karena tak pernah sukses menjadi pemain bola. Mourinho membalas sindiran itu dengan pernyataannya yang terkenal: "dokter gigi saya pun tak pernah sakit gigi". Dari situ, keduanya kerap terlibat perang komentar di media massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ancelotti bukan teman saya dan ini tidak akan berubah. Di Inggris, Anda menunjukkan rasa hormat jika Anda seorang pelatih asing yang datang ke sini dan menawarkan pengalamannya dan pengetahuannya," tegas The Special One kepada majalah Nuts yang dikutip MirrorFootball.
"Tapi di Italia, rasa hormat hanya datang jika Anda seorang Italia. Seseorang seperti saya, orang asing, tidak dipertimbangkan di sini. Itulah mengapa saya lebih suka bekerja di Inggris."
"Inter telah meminta saya memenangi Liga Champions untuk mereka, dan saya akan berusaha memberikannya. Jadi mereka akan terikat dengan saya dalam waktu yang singkat. Kini kami harus bermain dalam beberapa partai penting melawan Chelsea dan ini jelas sebuah pertandingan yang spesial buat saya."
Lebih lanjut Mourinho seakan memastikan bahwa dirinya akan bekerja lagi di Inggris dan tidak menampik kemungkinan untuk kembali membesut Chelsea.
"Saya adalah bagian dari sejarah Chelsea selamanya dan mereka akan menjadi sebuah bagian yang besar dari sama. Mari kita lihat apakah Ancelotti bisa mengakhiri waktunya di Chelsea dengan rekor sebaik yang saya miliki," tantang dia.
Mourinho dan Ancelotti baru bertarung dua kali dengan tim asuhannya, di Seri A musim 2008/2009, dengan hasil imbang sama kuat. Di pertandingan pertama, Milan asuhan Ancelotti menang 1-0, tapi di pertemuan kedua dikalahkan Inter-nya Mourinho dengan skor 1-2. (a2s/nar)











































