Bek-bek Inter Tangkal Keangkeran Bridge

Bek-bek Inter Tangkal Keangkeran Bridge

- Sepakbola
Rabu, 17 Mar 2010 06:14 WIB
Bek-bek Inter Tangkal Keangkeran Bridge
Jakarta - Mengejar kemenangan 1-0 sedianya mudah dilakukan Chelsea karena mereka selalu mencetak gol dalam 12 laga kandang terakhir di Liga Champions. Tapi tangguhnya Walter Samuel dan Lucio bikin The Blues merana.

Kalah 1-2 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Chelsea cuma butuh kemenangan 1-0 untuk bisa membalikkan keadaan dan dapat tiket ke delapan besar. Harusnya target tersebut bisa dicapai jika melihat performa John Terry cs di kandang sendiri di ajang Liga Champions.

Lihatlah catatan luar biasa 'Si Biru' yang tak terkalahkan di 21 pertandingan terakhir Liga Champions jika dihelat di Stamford Bridge, atau total sudah bertahan empat tahun. Dari jumlah tersebut 13 di antaranya berkesudahan dengan gawang mereka bebas dari kebobolan alias clean sheet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepercayaan diri Chelsea jelang laga kontra Inter juga semakin tinggi karena di 12 pertandingan kandang Liga Champions terakhirnya, tuan rumah selalu bisa bikin gol. Artinya peluang meraih kemenangan satu gol terhitung sangat besar.

Tapi dinihari tadi, Rabu (17/3/2010), target kemenangan Chelsea tak kesampaian. Tuan rumah malah bertekuk lutut 0-1 oleh gol semata wayang Samuel Eto'o.

Tuan rumah bukannya tak punya peluang. Meski kerap juga dapat ancaman, Chelsea beberapa kali mengkreasikan kesempatan untuk mencetak gol.

Namun tangguhnya barisan belakang Inter akhirnya membuat Didier Drogba, Nicolas Anelka dan Florent Malouda, yang dipasang sebagai trio lini depan, frustrasi. Lucio dan Samuel yang berduet di sentral pertahanan jadi bintang lini belakang tim tamu.

Dari banyak aksi barisan pertahanan tim tamu, yang paling signifikan terjadi di menit 27. Memanfaatkan bola mental hasil rebutan Malouda dengan Walter Samuel, sepakan keras Drogba dalam kotak penalti dengan luar biasa dihalau Maicon sambil menjatuhkan diri. Tanpa aksi heroik tersebut, akhir pertandingan bisa punya kisah yang berbeda.

Jelang akhir laga paruh pertama skenario serupa kembali muncul. Berhasil melepaskan diri dari kawalan beberapa pemain lawan, Malouda melepaskan tendangan di dalam kotak penalti. Tapi bola sama sekali tak mengarah ke gawang Julio Cesar karena Walter Samuel memblok si kulit bundar sambil menjatuhkan diri.

Thiago Motta juga sempat membuat penyelamatan krusial saat dia menyapu bola sontekan Nicolas Anelka yang mengarah ke dalam gawang di penghujung paruh pertama.

Barisan pertahanan Inter tak cuma tangguh karena mereka juga cerdik dan lihai. Memanfaatkan ketegangan dan rasa frustrasi pemain lawan, Lucio, Samuel dan Motta bergantian memancing emosi dengan beberapa diving dan aksi mengulur waktu.

Strategi tersebut tak bisa disalahkan karena Inter berhasil memanfaatkannya dengan sangat baik untuk memetik kemenangan dan memastikan lolos dari babak 16 besar. 'Hasil' lain yang didapat adalah kartu merah buat Drogba di penghujung laga. (din/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads