Menjelang pengundian babak delapan besar, seluruh tim pastinya berharap akan mendapat lawan yang mudah. Tidak terkecuali Barcelona.
Sang juara bertahan mengaku sangat siap untuk melawan tim manapun. Namun Blaugrana tetap ingin menghindari tim yang pernah dihadapi di final yang dimaksud dalam babak ini adalah Arsenal dan MU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenangan pahit di partai puncak itulah yang dikhawatirkan kubu Blaugrana. Kekecewaaan yang dirasakan para pemain lawan dinilai bisa membangkitkan motivasi besar untuk balas dendam. Namun jika boleh memilih, Barca pilih untuk terhindar dari MU lebih dahulu.
"Saya tidak takut untuk berhadapan dengan tim seperti Arsenal atau Manchester United. Karena ini pasti akan menjadi tontonan yang sangat menarik," ungkap Direktur Olahraga Barca, Txiki Begiristain yang dikutip Guardian.
Meski begitu untuk perempatfinal The Catalans berharap untuk tak bertemu dengan tim yang pernah mereka buat kecewa di waktu lalu. "Saya tidak mau bertemu dengan klub yang pernah menjadi lawan kami di final musim lalu karena (pastinya) ada motivasi besar yang mereka punya," terang Begiristain.
"Kami sangat kuat dan, jika kami ingin menjadi juara kami harus mengalahkan setiap orang. Pada saat ini, semua rival sangat kuat tapi saya akan memilih untuk menghindari Manchester United," tuntas pria yang pernah menjadi pemain Barca periode 1988-1995 ini.
Foto: Final Liga Champions musim 2008/09, Barcelona vs Manchester United (Reuters)
(nar/krs)











































