CSKA yang kalah 0-1 di leg pertama minggu lalu di Giuseppe Meazza berambisi untuk jadi tim pertama Rusia pertama dalam 19 tahun yang mampu lolos ke semifinal. Syaratnya adalah mereka harus menang dengan selisih minimal dua gol.
Dua keuntungan awal sebenarnya sudah dipegang oleh CSKA yaitu bermain di depan pendukung sendiri serta rumput buatan di Luzhniki stadium. Ya, untuk yang kedua memang itu sering disebut sebagai keuntungan tersendiri karena banyak tim yang kerap kerepotan bila harus bermain di rumput buatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pelatih CSKA Leonid Slutsky justru tak melihat itu sebagai sebuah keuntungan bagi timnya. Meski banyak anggapan kalau lapangan artifisial itu menguntungkan CSKA, namun itu tak serta merta bisa bikin CSKA menang.
"Saya tidak berpikir lapangan artifisial di Luzhniki Stadium akan memberi kami keruntungan. Jika melihat laga timnas Rusia di sini dan cara klub-klub Rusia bermain di sini pada kompetisi Eropa. Saya pikir itu tidak akan bikin perbedaan besar," ucap Slutsky di situs resmi UEFA.
Ya, Slutsky ada benarnya juga. Dari empat laga tandang yang sudah dimainkan musim ini, The Army Men juga sempat tak menang saat kalah 0-1 dari Manchester United di fase grup dan diimbangi Sevilla 1-1 di 16 besar lalu.
Maka dari itu, Slutsky pun meminta para pemainnya lebih berkonsentrasi pada penampilannya mereka sendiri untuk bisa mencuri kemenangan dari sang lawan yang berstatus juara bertahan Seri A dalam empat tahun terakhir itu.
"Hal yang paling penting di sini adalah mendapatkan hasil," tegas Slutsky. (mrp/nar)











































