Kepemimpinan wasit dipertanyakan di Piala Dunia 2010 karena adanya beberapa keputusan yang dinilai tak tepat. Perkara gol Inggris ke gawang Jerman dan gol Argentina ke gawang Meksiko --keduanya terjadi di babak 16 besar-- misalnya.
Akibat ketidaktepatan semacam itu, FIFA pun jadi sorotan dan akhirnya berjanji akan menelaah ulang penggunaan teknologi dalam pertandingan, sesuatu yang sebelumnya ditentang bahkan oleh Presiden FIFA Sepp Blatter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, FIFA sejauh ini juga menolak penggunaan teknologi video untuk membantu wasit dalam memutuskan. Menurut Prandelli, badan tertinggi sepakbola itu malah mengingkari kenyataan di masa lalu.
"Anda harus bilang bahwa teknologi video sudah eksis. Lihat saja final Piala DUnia 2006 di Berlin, terkait diusirnya Zinedine Zidane. Ofisial keempat bilang kepada wasit apa yang terjadi setelah dia melihat tayangan ulang di monitor. Mereka tak mengakui hal itu, tapi inilah yang terjadi," papar dia.
Pelatih yang diharapkan sukses melakukan regenerasi pemain di timnas Italia tersebut pun punya usulan lain terkait format waktu pertandingan yang selama ini berlaku 2x45 menit. "Kita harusnya punya periode pertandingan 2x30 menit, di mana waktu hanya berjalan saat bola sedang dimainkan. Seperti yang dilakukan di olahraga bolabasket," lugas dia.
(krs/mrp)











































