Beckham tidak dapat merumput karena mengalami cedera pada tendon achilles-nya. Namun, ia tetap dapat mengikuti setiap laga tim 'Tiga Singa' lantaran dirinya ditunjuk pelatih Inggris, Fabio Capello, untuk menjadi salah satu staffnya.
Seperti Capello, Beckham selalu tampil rapi ketika Inggris bertanding. Ia duduk di bangku offisial mengamati pemain-pemainnya bertanding di lapangan. Jika diamati, panampilan Beckham sudah layak disebut sebagai manajer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan keinginan saya untuk menjadi manajer tim sepakbola. Saya tertarik terhadap permainan dan berada di sana, dan ternyata saya sedang mengenakan setelan
itu, sehingga orang melihat dan berpikir saya bisa pergi menjadi menajer," ungkapnya.
Sepanjang Piala Dunia, Beckham berperan sebagai penghubung antara pemain dengan pelatih. Pemain LA Galaxy ini memang suka melatih, tetapi bukan sebagai manajer tim senior, melainkan pelatih sepakbola untuk anak-anak.
"Saya berbicara dengan semua pemain. Jika ada yang ingin dikatakan dari manajer kepada para pemain, itulah jenis peran saya," terang pria kelahiran 2 Mei 1975 ini.
"Saya menyukai antusiasmenya. Sejujurnya, itu salah satu pekerjaan yang saya sukai. Namun, melatih tim, menjadi manajer, pada titik ini dalam karir saya, saya tidak ingin melakukannya. Dan di masa yang akan datang saya tidak yakin akan melakukannya lagi," tegasnya.
"Saya senang melatih anak-anak--itu salah satu alasan saya mempunyai akademi anak-anak. Saya suka melihat wajah-wajah mereka ketika mereka sedang menendang bola di sekitar," ungkapnya.
(roz/roz)











































