Jerman Keluarkan Kebijakan Khusus Soal Puasa

Jerman Keluarkan Kebijakan Khusus Soal Puasa

- Sepakbola
Kamis, 29 Jul 2010 00:30 WIB
Jerman Keluarkan Kebijakan Khusus Soal Puasa
Berlin - Bulan Ramadan terkadang melahirkan dilema untuk pemain sepakbola Muslim. Lewat pertimbangan mendalam, pihak berwenang Jerman pun membuat kebijakan yang membolehkan para pemain Muslim tak berpuasa saat hendak berlaga.

Selama bulan Ramadan, periode yang diyakini sebagai bulan penuh berkah, umat Muslim di seluruh dunia akan berlomba-lomba melakukan serangkaian aktivitas keagamaan.

Salah satu dari aktivitas itu adalah berpuasa atau menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk para pesepakbola, aktivitas puasa ini terkadang menimbulkan dilema. Meski puasa di bulan Ramadan adalah keharusan bagi umat Islam yang memenuhi syarat, ada kalanya klub-klub yang dihuni para pemain sepakbola tak memperbolehkan karena merisaukan adanya penurunan performa.

Pada satu titik, misalnya, klub divisi dua Jerman FSV Frankfurt sampai harus memberikan peringatan formal untuk tiga pemainnya akibat berpuasa musim lalu.

Pihak sepakbola Jerman dan kelompok Muslim Jerman tak mau lagi ada kasus semacam itu. Alhasil mereka pun mencari "pencerahan" dari institut Al-Azhar di Mesir dan juga sumber-sumber lainnya, perihal berpuasa di bulan Ramadan untuk pemain sepakbola di Jerman.

Menurut Al-Azhar, jika seorang pemain sepakbola terikat sebuah kontrak yang merupakan satu-satunya sumber penghasilannya, jika dia harus bermain di bulan Ramadan, dan jika berpuasa mempengaruhi performa, maka dia boleh tak berpuasa.

Majelis Riset dan Fatwa Eropa ternyata juga mendukung pernyataan tersebut.

"Mereka bisa berpuasa di hari-hari di mana tak ada pertandingan, sehingga dengan begitu tetap menghormati Allah dan juga bulan suci Ramadan," kata Sekjen Dewan Muslim Aiman Mazyek seperti dikutip Yahoosports.

"Menjaga tubuh agar tetap sehat juga memainkan peranan penting dalam agama Islam," imbuh Mazyek.

Kebijakan ini disambut positif Frankfurt yang bermasalah dengan pemainnya musim lalu. "Kami sangat menyambut adanya kebijakan ini sehingga para pemain tetap bisa bertindak profesional dalam olahraga seraya tetap menjaga keyakinannya," kata Manajer FSV Frankfurt Bernd Riesig.

Musim lalu FSV Frankfurt meradang setelah tiga pemainnya, Coulibaly, Pa Saikou Kujabi dan Oualid Mokhtari, memutuskan berpuasa sampai mengganggu performa. Klub itu memang menyertakan klausul kalau pemainnya tak boleh berpuasa tanpa izin terlebih dulu ke klub.

Kasus ini sempat memancing pro-kontra. Sebagian menilai kalau larangan berpuasa dari FSV Frankfurt merupakan pelanggaran hukum, sementara lainnya menuding tindakan Mokhtari cs adalah pelanggaran berat terhadap kontrak mereka dengan FSV Frankfurt.



(krs/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads