Nasib Eriksson bersama Pantai Gading menjadi tanda tanya usai negara tersebut tersingkir dari Piala Dunia 2010.
Pada akhir Juni, pelatih berusia 62 tahun itu sebenarnya sudah out of contract. Sempat dihubungkan dengan Fulham dan Liverpool, pria Swedia itu selanjutnya mengatakan tengah mempertimbangkan tawaran kontrak baru berdurasi empat tahun bersama Pantai Gading.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Eriksson tidak lagi menjadi pelatih The Elephants. Dia menjadi pilihan pertama bagi kami, namun dari pembicaraan yang kami lakukan, kami tak mendapatkan kesepakatan terkait dengan masalah finansial meski kedua belah pihak memiliki niatan baik," demikian diterangkan ketua federasi sepakbola Pantai Gading (FIF) Sory Diabate.
"Dia juga mengatakan bahwa keinginan terdalamnya adalah terus menangani Pantai Gading. Ia menyesal karena ini ternyata tak terjadi."
Diabate juga membantah bahwa Eriksson tidak cocok dengan FIF. "Itu tidak benar. Eriksson tidak pernah memberikan wawancara kepada media mana pun soal pemibcaraan yang kami lakukan dan dia tidak pernah berkata bahwa FIF tidak memiliki ambisi," tukas Diabate seperti dikutip dari situs resmi FIFA.
Negara di Afrika Barat itu akan melakoni partai internasional pada 10 Agustus melawan Italia dalam laga persahabatan. Saat itu diharapkan Didier Drogba dkk. sudah memiliki arsitek baru. Diabate mengatakan saat ini pihaknya sudah mengantongi dua hingga tiga nama kandidat.
"Pembicaraan terus berlanjut. Untuk saat ini belum ada keputusan apa-apa, namun saya pikir kami bisa segera mengumumkan pelatih baru. Komite eksekutif akan memutuskan satu nama dari dua hingga tiga calon yang ada, di mana saya tak bisa menyebutkannya. Keputusan keluar maksimal sebelum kami berangkat ke London pada 7 Agustus," pungkas dia.
Eriksson menangani Pantai Gading mulai Maret silam menggantikan Vahid Halilhodzic. Ada pun selain Pantai Gading, pengalaman Eriksson menangani tim nasional adalah ketika menakhodai Inggris (2001-2006) dan Meksiko (2008-2009).
(nar/rin)











































