Striker klub Chelsea itu dihukum tidak boleh memperkuat negaranya sejumlah tersebut, terkait skandal Les Bleus di Piala Dunia lalu, yang memalukan seluruh warga Prancis dan diolok-olok fans lain.
Skandal itu bermula dengan percekcokan Anelka dengan pelatih Raymond Domenech, yang berbuntut pada pengusiran terhadap pemain berusia 31 tahun itu. Setelah itu terjadi pemogokan latihan para pemain, dan kemudian Prancis gagal lolos dari babak grup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hukuman yang mereka sebutkan itu tidak ada hubungannya sama sekali, karena buatku, isu tim nasional Prancis ini sudah berakhir 19 Juni, ketika aku ditendanga dari markas tim di Knysna," sambungnya.
"Ini cuma untuk menghibur publik, membalikkan halaman karena (pelatih baru) Laurent Blanc harus bekerja dengan tenang.... Orang-orang ini badut. Aku bisa mati ketawa," tambah Anelka, seperti dilansir Skysport.
Selain Anelka, pemain lain yang juga mendapat sanksi atas skandal tersebut adalah Patrice Evra, Franck Ribery, dan Jeremy Toulalan. Eric Abidal kemungkinan dinyatakan bersalah juga, tapi belum diputuskan jenis hukumannya.
(a2s/arp)











































