Anelka menjadi sorotan usai dituding sebagai biang keladi kekisruhan yang melanda timnas Prancis di Piala Dunia 2010. Atas perbuatannya, eks Arsenal itu dikenai skorsing yang paling berat. Dalam perkembangan selanjutnya Anelka memilih untuk pensiun dari timnas.
Dendam Anelka kepada federasi sepakbola Prancis (FFF) bisa jadi masih belum reda. Di matchday pertama Liga Champions kotra Zilina, pemain kelahiran 14 Maret 1979 itu melakukan selebrasi yang menyindir FFF.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu Ancelotti yakin bahwa pemainnya bernomor 39 itu mampu mengendalikan emosinya. "Nicolas selalu tenang. Saya pikir dia tidak akan gentar atau semacamnya karena laga ini disiarkan di televisi Prancis," tukas manajer asal Italia itu dilansir dari situs resmi Chelsea.
"Dia saat ini tengah dalam periode fantastis dan dia akan saya turunkan seperti biasanya," tukas mantan pembesut AC Milan tersebut.
Ancelotti mengatakan bahwa Anelka memiliki kualitas yang bisa diandalkan oleh tim London Barat itu untuk membongkar pertahanan lawan dan menjaringkan gol.
"Dia mampu bermain di posisi apa saja di depan. Ia memiliki kecepatan, kualitas, dan bisa mendukung pemain yang ikut menyerang dari lapangan tengah. Untuk alasan ini dia adalah striker yang fantastis."
(nar/rin)











































