Di matchday II Liga Champions, Rabu (29/9/2010) dinihari WIB, Arsenal harus melawat ke FK Partizan Stadium markas Partizan. Inilah kali kedua The Gunners harus menghadapi sebuah tim Serbia.
Pengalaman pertama Arsenal bertemu tim Serbia tidaklah menyenangkan. Di Piala UEFA 1978-79, data Opta mencatat kalau tim kota London itu harus menyerah kalah dalam dua leg dari Red Star Belgrade, tim rival sekota Partizan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenyataan yang didapati Arsenal ternyata tak jauh dari perkiraan. Partizan yang dimotori Cordova Cleo tampil ngotot sedari menit awal dan berhasil memberikan ancaman untuk kiper Lukasz Fabianski.
Arsenal lantas sempat di atas angin berkat gol Andrei Arshavin di menit ke-15, tapi gol balasan Cleo di pertengahan babak pertama membuat pertandingan kembali berjalan sengit.
Angin segar kemudian didapat Arsenal setelah Partizan harus bermain dengan sepuluh pemain sejak pertengahan babak kedua. Dari situlah laju Arsenal menuju kemenangan kian terbuka.
"Saat skornya 1-1, itu adalah masalah kesabaran, tapi pada akhirnya kami berhasil memetik kemenangan penting," komentar Wenger di BBC.
Kemenangan Arsenal sendiri tak lepas dari permainan gemilang Fabianski di bawah mistar. Bukan hanya bisa mementahkan sejumlah peluang, ia juga berhasil mematahkan satu tendangan penalti lawan.
"Saya melihat Lukasz Fabianski setiap hari dan ini adalah pelecut semangat yang bagus untuknya, ia punya banyak bakat," puji Wenger.
Dengan kemenangan itu, Arsenal mengokohkan posisi di puncak klasemen Grup H dengan raihan angka setara dan hanya kalah selisih gol.
(krs/key)











































