Ketiga negara itu sebenarnya adalah favorit kuat juara di Afrika Selatan lalu terlebih Italia adalah juara bertahan dan Inggris ada di peringkat teratas bersama Spanyol. Namun ketika Piala Dunia berjalan seluruh prediksi itu mental.
Nasib Inggris lebih baik ketimbang Prancis dan Italia meski tak bisa dibilang tampil bagus juga. Lolos susah payah dari fase grup, The Three Lions harus keok di babak 16 besar setelah kalah 1-4 dari Jerman. Setelahnya semua pemain Inggris beserta Fabio Capello menerima caci maki dari para pendukungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Italia yang datang dengan status juara bertahan juga harus menuai hasil serupa seperti Prancis. Tersingkir langsung di putaran grup adalah prestasi memalukan bagi tim sekelas Azzurri yang sudah empat kali juara dunia.
Maka dalam nominasi Ballon d'Or yang diumumkan FIFA kemarin, dari 23 nama kandidat yang diumumkan, tak sekalipun ada pemain Inggris, Prancis dan Italia. Di daftar nominasi pelatih pun demikian. Jelas ini merupakan sinyal kemunduran prestasi ketiga negara itu terutama Inggris dan Italia yang dikenal punya kompetisi terbaik di dunia itu.
Namun bagi eks pemain timnas Italia,Demetrio Albertini wajar, jika tak ada pemain dari negaranya yang masuk nominasi melihat prestasi Italia dalam dua tahun belakangan. Disamping itu Albertini masih mengharapkan persepakbolaan Italia bisa kembali bangkit di masa mendatang.
"Ballon d'Or sangat berarti bagi sepakbola Italia. Sebenarnya secara objektif, Piala Dunia 2010 banyak mempengaruhinya. Kami membayar ganjaran atas apa yang kami tampilkan di Afrika Selatran," tutur Albertini yang menjabat wakil presiden FIGC di Football Italia.
"Seperti itulah hasilnya. Namun aku tidak ingin kami terbiasa dengan situasi seperti ini. Tidak ada dari kita yang boleh seperti itu," simpul Albertini.
(mrp/krs)











































