Lewat tiga pertandingan, klasemen Grup D dipuncaki Barca dengan poin tujuh, diikuti Copenhagen di posisi dua dengan enam angka. Rubin Kazan ada di posisi tiga dengan dua poin sedangkan Panathinaikos si juru kunci baru punya satu angka.
Maka dari itu partai matchday 4 di Parken Stadion, Rabu (3/11/2010) dinihari WIB, antara Copenhagen kontra Barca akan menjadi partai untuk menentukan pimpinan klasemen tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pertemuan kedua tim sebelumnya di matchday 3, Messi terbukti sudah menjadi momok untuk gawang Copenhagen dengan memborong gol Barca saat menang 2-0.
Pemain asal Argentina itu juga tengah bagus performanya dengan mengemas masing-masing dua gol dalam dua pertandingan terakhirnya untuk Barca di ajang La Liga. Termasuk Copenhagen, Messi berarti sudah tiga laga beruntun bisa bikin masing-masing dua gol ke gawang lawan, sebagaimana dicatat statistik Soccernet.
Meski demikian, bukan berarti Copenhagen langsung menyerah begitu saja. Pelatih Stale Solbakken masih optimistis dengan peluangnya meredam Messi.
"Pelatih yang lebih cerdas dariku dan juga pemain yang lebih hebat dari pemainku sudah mencoba menghentikan Messi, dan gagal. Tapi dengan kerja tim luar biasa, kami punya peluang," ujar Solbakken seperti diwartakan Reuters.
Optimisme itu sendiri bukan didasari oleh bualan kosong tak berdasar saja melainkan karena Solbakken sudah punya sebuah rencana untuk membuat Messi "mati kutu".
"Messi adalah pemain kunci dan akan sangat penting untuk menghentikannya berkeliaran di wilayah antara lini tengah dan pertahanan kami."
"Jika kami bisa menggusurnya ke area sisi lapangan maka kami akan punya kans lebih baik dalam mencegahnya menciptakan peluang-peluang," ungkap Solbakken.
(krs/din)











































