Kena Ejekan Rasis Lagi, Balotelli Jengah

Kena Ejekan Rasis Lagi, Balotelli Jengah

- Sepakbola
Kamis, 18 Nov 2010 17:39 WIB
Kena Ejekan Rasis Lagi, Balotelli Jengah
Klagenfurt - Untuk kesekian kalinya Mario Balotelli kembali dapat perlakuan rasis saat membela timnas Italia dalam laga persahabatan kontra Rumania. Balotelli mengaku frustrasi dan tak tahu mengapa dia diperlakukan sedemikian oleh fans.

Balotelli yang untuk kedua kalinya memperkuat Italia melawan Rumania, Kamis (18/11/2010) dinihari tadi mendapat sambutan tak menyenangkan dari beberapa fans yang justru pendukung Italia. Pertandingan yang berlangsung di Klagenfurt, Austria, itu berakhir 1-1.

Setiap kali striker berusia 20 tahun itu memegang bola, maka sebagian fans pun langsung menirukan suara-suara monyet dan apa pun yang bernada mengejek Balotelli. Seperti diketahui Balotelli adalah anak imigran asal Ghana yang mendapat kewarganegaraan Italia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendapat perlakuan rasis untuk kesekian kalinya itu, Balotelli mengaku tak tahu harus berbuat apa. Ia memang sudah jengah namun senang sudah bisa memakai baju Gli Azzurri.

"Jujur aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Jika aku harus mendengar ejekan itu setiap saat, Anda tidak bisa bermain seperti itu," aku Balotelli kepada Mediaset yang dikutip Sky Sports.

"Biarkan saja orang lain yang menilai. Aku senang bisa memperkuat timnas," sambungnya.

Perlakuan rasis kepada Balotelli itu pernah membawa korban yaitu Juventus yang musim lalu dihukum menggelar pertandingan tanpa penonton. Tapi Balotelli menilai jika hukuman seperti tidak adil karena aksi rasisme seperti tu biasa dilakukan oleh suporter minoritas.

"Tidak adil jika harus memberhentikan pertandingan hanya karena sebagian kecil fans yang membuat suasana stadion seperti itu (aksi Rasisme). Kita harus merubah orang-orang ini namun bukan tugasku untuk melakukannya," tutur penyerang berjuluk Super Mario itu.

"Tempat di mana aku tinggal pun orang-orang tidak punya alasan untuk menyukai sekumpulan orang seperti itu. Warga multi etnis di Italia sudah lama ada dan kami bisa melakukan yang lebih baik," pungkas pemain Manchester City itu.

(mrp/key)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads