Balotelli yang untuk kedua kalinya memperkuat Italia melawan Rumania, Kamis (18/11/2010) dinihari tadi mendapat sambutan tak menyenangkan dari beberapa fans yang justru pendukung Italia. Pertandingan yang berlangsung di Klagenfurt, Austria, itu berakhir 1-1.
Setiap kali striker berusia 20 tahun itu memegang bola, maka sebagian fans pun langsung menirukan suara-suara monyet dan apa pun yang bernada mengejek Balotelli. Seperti diketahui Balotelli adalah anak imigran asal Ghana yang mendapat kewarganegaraan Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jujur aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Jika aku harus mendengar ejekan itu setiap saat, Anda tidak bisa bermain seperti itu," aku Balotelli kepada Mediaset yang dikutip Sky Sports.
"Biarkan saja orang lain yang menilai. Aku senang bisa memperkuat timnas," sambungnya.
Perlakuan rasis kepada Balotelli itu pernah membawa korban yaitu Juventus yang musim lalu dihukum menggelar pertandingan tanpa penonton. Tapi Balotelli menilai jika hukuman seperti tidak adil karena aksi rasisme seperti tu biasa dilakukan oleh suporter minoritas.
"Tidak adil jika harus memberhentikan pertandingan hanya karena sebagian kecil fans yang membuat suasana stadion seperti itu (aksi Rasisme). Kita harus merubah orang-orang ini namun bukan tugasku untuk melakukannya," tutur penyerang berjuluk Super Mario itu.
"Tempat di mana aku tinggal pun orang-orang tidak punya alasan untuk menyukai sekumpulan orang seperti itu. Warga multi etnis di Italia sudah lama ada dan kami bisa melakukan yang lebih baik," pungkas pemain Manchester City itu.
(mrp/key)











































